Tags

, , , ,

20150324_133714

Tukang Parkir di Jalan Kejaksaan Medan (depan Rumah Makan “Tanpa Nama”)

Di Jalan Kejaksaan, Medan, Sumatera Utara, ada sebuah rumah makan “Tanpa Nama” alias tidak punya nama, dengan menu favorit yang sangat sederhana yaitu ikan goreng.

Disamping menunya yang sederhana, rumah makannyapun sederhana, berdinding kayu, bangku panjang dan meja panjang juga dari kayu, udara panas dan gerah karena tidak ada penyejuk ruangan (AC), terletak di pinggir jalan yang ramai dan macet, akibatnya susah menemukan tempat parkir, tapi ramai sekali pengunjungnya, apalagi jika bertepatan dengan waktu makan siang tiba, antara pukul 11 s/d 14 WIB.

Bahkan sampai ada yang rela antri…!!!, belum lagi yang “take-away” atau bungkus dan bawa pulang….!!!

Saya lihat yang makan di sini sebagian besar adalah kaum adam, berbagai profesi seperti pegawai negeri maupun karyawan swasta dll, saat kami makan hanya terlihat dua orang perempuan yang makan bersama-sama dengan kami.

Meskipun suasananya tidak begitu nyaman, pengunjung tetap sabar menunggu giliran masing-masing

***

Karena kami datang agak telat (pukul 2 siang), hanya kebagian bangku dan meja di teras (depan) rumah makan, karena di bagian dalam sudah penuh dan tidak ada tempat lagi.

Karena letaknya berdekatan dengan jalan raya, jadi hawa panasnya langsung memantul dari aspal yang diterpa cahaya matahari.

Ini Medan bung…!!!, udara panas biasa.

Menu yang dipajang di bagian depan rumah makan, memang tidak terdapat menu ayam atau daging, hanya ikan goreng, seperti Bawal Goreng, Kakap Goreng, atau Lele Goreng ukurannya besar-besar, dan kita bisa memilih bagian ekor (yang favorit di sini) atau bagian kepalanya.

***

Setelah menunggu sekitar 15 menit, makanan yang kami pesanpun datang, saya memesan nasi putih dan sepotong bagian ekor Ikan Kakap Goreng.

Ternyata penyajiannyapun sangat sederhana nasi putih panas disiram Sayur atau Gulai Nangka (potong kecil-kecil, santannya tipis/ tidak kental) panas, asinan (timun, bawang, cabe rawit), sepotong bagian ekor Ikan Kakap yang panas (baru keluar dari penggorengan) ditaruh di piring kecil, plus sepiring kecil sambel ijo (banyak minyak).

Ditambah air teh tawar panas, gratis….!!!

Saya rasa, ini adalah salah satu rahasia rumah makan di Jalan Kejaksaan ini, disamping ikannya yang baru dan segar-segar, terus digoreng garing, dihidangkan selagi panas sehingga meskipun garing tetap terasa lembut dan tidak keras. Sensasi rasanya menjadi ruaaarrrr…. biasa, ketika daging ikannya dipotek kemudian dicelupkan ke sambel ijo yang pedas dan berminyak.

#Btw minyak sambel ijonya banyak….!!!#

Dapat dipastikan hampir semua pengunjung dapat bonus “keringatan” – basah karena keringat dan kipas-kipas.

Tapi lucunya saya malah minta tambah nasi dan tambah satu porsi sambel ijo…..bahkan jatah sambel teman saya yang takut cabe juga saya embat…!!!

He3x…. 😀

Dari segi harga rumah makan ini juga tidak mahal, saya rasa hal tsb juga yang membuatnya ramai, karena muraaaah….!!! sehingga mampu bersaing dengan restoran-restoran mewah yang terdapat di sepanjang jalan Kejaksaan Medan.

Saya rasa cita rasa masakan rumah makan “tanpa nama” ini  merupakan perpaduan cara masak Jawa dan Padang, karena klo asli masakan Padang pasti santannya kental padahal di sini encer, pendapat saya diperkuat oleh tukang parkir di depan rumah makan, yang mengatakan bahwa pemiliknya berdarah Jawa dan Padang.

Kami makan bertiga :

  • 3 porsi Nasi Putih, sayur nangka, asinan (timun, cabe rawit dan bawang)
  • 2 potongan ekor Ikan Kakap Goreng
  • 1 potongan ekor Ikan Bawal Goreng
  • 4 porsi sambel ijo (tidak dihitung)
  • 3 nasi tambah
  • 3 botol air minuman
  • 1 teh botol dingin
  • 3 gelas teh hangat (tidak dihitung)

Hanya 106 ribu rupiah saja…!!!