Tags

, , ,

Ikan Baung

Ikan Baung di Warung Yuli

Saya merasa punya utang kalau tidak menulis dalam waktu yang cukup lama, apalagi hari ini (Kamis, 11/12) adalah hari yang ke-12, sejak posting-an saya yang terakhir, pada 29 November 2014 yang lalu.

Hal ini disebabkan diantaranya oleh perjalanan marathon saya dalam satu minggu terakhir, sejak Minggu (30/11) ke  Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kemudian ke Padang, Sumatera Barat dan kembali lagi ke Jakarta pada Minggu (7/12) pukul 23.30 WIB.

Yang pertama ingin saya ceritakan adalah nikmatnya makan siang dengan menu Ikan Baung di Warung Yuli.

Warung Yuli terletak  di Jl. Cempaka, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru,  Kalimantan Selatan dalam perjalanan kami menuju Kecamatan Pelaihari yang menjadi pusat Pemerintahan Kabupaten Tanah Laut, Kaimantan Selatan.

Saya memilih Ikan Baung Bakar, karena belum pernah mencoba ikan ini dalam keadaan fresh, meskipun saya sudah beberapa kali makan Sale Ikan Baung dari Pekanbaru, Riau, sebagai campuran gulai daun singkong, Sayur Asem  dll.

***

Siang itu, Warung Yuli ramai dengan pengunjung.

Bayangkan, warung yang cukup luas ini penuh, ada yang makan menggunakan meja, ada juga yang lesehan, ada yang makan pakai sendok grpu, ada juga yang pakai :sendok “lima jari” alias pakai tangan (he3…. termasuk saya dan teman-teman).

Tempat parkirnya yang cukup luas juga penuh dengan kendaraan roda empat maupun roda dua.

***

Bubur Hintalu Karuang, hidangan pembuka ini mirip dengan Biji Salak yang khas Kalimantan Selatan. Kata driver kami, “Hintalu” artinya telur dan “karuang” adalah sejenis kelelawar.

Makanan ini dihidangkan sebelum makanan yang dipesan datang, tentu saja gratis….!!!

Hintalu Karuang berbentuk bola-bola kecil yang dibulatkan seperti kelereng, terbuat dari Tepung Ketan, Tepung Beras, dan Garam, ditambah dengan Santan, Gula Merah, Gula Pasir, Daun Pandan dll.

Ini dia :

Hintalu KaruangKami juga mendapatkan Sayur Urap dan Sayur Kangkung…….

Sayur-sayuran ini sepertinya sudah menjadi hidangan protap (prosedur tetap), meskipun tidak kita minta, akan selalu dihidangkan. Sama seperti Bubur Hintalu Karuang tadi.

Sayur Urap,  sayurannya sangat sederhana, mudah diperoleh dengan harga yang relatif terjangkau, yaitu kangkung, kol putih dan potongan nangka muda,  semuanya direbus, kemudian ditaburi dengan parutan kelapa yang sudah dibumbui.

Sayur kangkungnya, mirip dengan sayur lodeh tentu saja sebagai bahan utamanya adalah kangkung yang diksih santan “tipis”, potongan tomat, dan potongan singkong (mirip sngkong rebus).

Wooow, segar sekali……. 🙂

SayuranDisamping Ikan, ada juga Udang Air Tawar, dan Ayam, pergedel jagung dan pergedel singkong.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah satu cobek sambal untuk masing-masing orang….!!!

UdangSatu cobek sambal, ludesssss….!!!

Cobek