Tags

,

Karena suatu keperluan yang mendesak, saya membutuhkan uang tunai dari Tabungan di Bank Mandiri untuk membayar sesuatu yang sangat penting, apalagi waktu transaksinya mepet (saat itu pukul 14.10), sedangkan uang tersebut harus segera disetorkan ke Bank DKI paling lambat sebelum pukul 15.00 WIB.

Saat itu saya hanya membutuhkan uang cash sejumlah IDR 6.500.000, tidak banyak kok…!!!

Karena tidak biasa transaksi di Bank DKI, saya tidak berani melakukannya melalui transfer di ATM Bank Mandiri, apalagi transaksi ke Bank DKI tersebut harus disertai blanko pembayaran/ setoran yang sudah ada di tangan saya. Saya juga tidak tau apakah Bank DKI punya kerjasama dengan Bank Mandiri (dengan istilah ATM Bersama).

Apalagi seperti saya katakan sebelumnya, waktunya sangat mepet…!!!

***

Dilemma bagi saya, jika menarik lewat ATM pasti harus berulang kali karena sekali tarik umumnya hanya bisa IDR 1.250.000, itupun harus diketik sendiri melalui layar monitor, karena pilihan yang ada hanya IDR 200.000, 300.000, 500.000 dan 1.000.000.

Mungkin di beberapa ATM, bisa IDR 2.000.000 sekali tarik, tapi saya tidak tau di ATM yang mana, karena tidak semua ATM bisa seperti itu…!!!

Jadi untuk mendapatkan uang tunai IDR 6.500.000, kita harus melakukan penarikan sebanyak 6x yaitu 5x IDR 1.250.000 dan 1x IDR 250.000.

Bayangkan…..!!!

Orang yang antri di belakang saya pasti ngamuk-ngamuk, karena ga sabar menunggu saya melakukan transksi berkali-kali 😛

Apalagi setahu saya yang bisa ditarik lewat ATM maksimal hanya IDR 5.000.000 (ternyata belakangan saya tau bahwa sudah mencapai IDR 10.000.000)

Makanya saya bertekad harus datang ke salah satu cabang Bank Mandiri, dan alangkah kagetnya saya mengetahui bahwa Bank Mandiri antara Pasar Minggu arah ke Depok (kurang lebih 13 km) tidak ada ….!!!

Sementara sepanjang jalan saya hanya menemui 2 Kantor Cabang BNI, 2 BCA, Bank Muamalat, Bank Windu Kentjana International Tbk., bahkan ada juga Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan beberapa bank swasta lain…..!!!

Singkatnya, saya ketemu Kantor Bank Mandiri Cabang Margonda (sebelum lampu merah menuju terminal Depok), saya langsung masuk dan dilayani oleh Security yang memberi tau tempat formulir, dan menemui teller yang baik dan ramah.

Karena sudah hampir pukul 14.30, pengunjung tidak ramai sehingga tidak banyak yang antri.

Saya kaget lagi, ketika teller bertanya : “Pak kenapa ga ambil di ATM saja ?”

Mb kalau di ATM saya harus tarik sebanyak 6x untuk mendapatkan uang IDR 6.500.000, repot mb…!!!”, jawab saya.

“Kalo gitu Bapak kena cas IDR 5.000 ya ?”

Ya udah Mb, yang penting saya bisa dapat uang cash IDR 6.500.000 sekarang…!!!”

Ya ampun, logika orang awam sudah di bolak-balik oleh Bank…!!!

Bayangkan, kita tarik uang sendiri di bank yang sama, masak kita dikenakan biaya ?. Bukan itu masalahnya bukan karena nilainya atau nominalnya. Tapi logikanya kemana ?

Kalau kita ambil atau transfer ke Bank lain, terus kita kena cas, wajar….!!

Nah ini…, kita ambil uang sendiri, di tabungan sendiri, tapi harus bayar…????

Apapun alasannya (yang dicari-cari)…..bagi saya tetap di luar logika sebagai orang awam.

Apakah Bank lain juga demikian ? Bagaimana pengalaman anda ?

Advertisements