Tags

, ,

Hari ini Selasa, 12 Agustus 2014, adalah hari libur pertama anak saya (Kevin) di sekolahnya yang baru, SMA Negeri 60 Kemang Timur I/5, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

(Meskipun baru resmi belajar sejak Rabu, 6 Agustus 2014 setelah libur Idul Fitri 1435 H).

Beritanya di terima lewat Whatsapp (WA) Pengurus OSIS yang disebarkan ke seluruh siswa.

SMA Negeri 60 Kemang Timur, biasa meliburkan siswa jika sekolahnya terendam banjir, sama halnya dengan beberapa sekolah lain seperti SMA Negeri 8 Bukit Duri Tebet, Jakarta Selatan, SMA Negeri 99 Jalan Cibubur Jakarta Timur, SMA Negeri 5 Sumur Batu Jakarta Utara atau SMA Negeri 77 Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Sebetulnya, dari awal kami sudah dapat info bahwa SMA Negeri 60 memang langganan banjir.

Nah, kemarin Senin (11/8) Jakarta diguyur hujan deras, sejak siang sampai menjelang malam hari. Ketika Kevin pulang ke rumah sekitar pukul 17.30, air (banjir) sudah “sebetis” orang dewasa.

Saya tidak bisa bayangkan, apa yang terjadi pada musim hujan yang akan datang, bulan September s/d Desember, akan mencapai puncaknya di bulan Januari dan Februari tahun depan. Apalagi katanya mitos siklus “banjir lima tahunan” Jakarta sudah tidak ada lagi, banjir Jakarta sudah dapat “dinikmati” oleh warga Jakarta sepanjang tahun, seiring dengan perubahan iklim (climate change).

“Warga Jakarta yang biasa langganan banjir mesti hati-hati. Puncak penghujan baru akan datang pada Januari hingga Februari. Hujan bisa mengguyur seharian, dan tak ada lagi siklus 5 tahunan, banjir datang setiap tahun. Hujan sudah tidak mengenal waktu,” kata Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi BMKG Hari Tirto beberapa waktu yang lalu.

***

Meskipun Papa & Mamanya sudah sampaikan resikonya, tapi Kevin masih tetap kekeh dengan pendiriannya. Malahan karena Kevin terima di sekolah ini, teman-temannya justeru rame-rame ikut daftar di sini.

Ada lagi cerita tentang temannya, pagi ini datang hanya pengen lihat keadaan di sekolahnya seperti apa, karena ketika dia pulang kemaren belum banjir.