Tags

,

IMG_1838Beberapa waktu yang lalu, saya dapat oleh-oleh coklat dari seorang sahabat yang baru pulang dari Rusia.

Karena di rumah masih banyak makanan kecil, sampai beberapa hari kemudian coklat tsb masih utuh alias belum dibuka.

***

Suatu ketika, coklat tersebut saya buka, terlihat di dalamnya terdapat 16 batang coklat dalam kemasan kertas yang lebih kecil berbentuk kotak.

Waktu itu, saya berikan satu persatu kepada anak-anak.

Nah, anak saya yang laki-laki (Kevin) bilang : “Pa, Abang ga suka coklat kayak gini, pahit…!!!”, dan batangan coklat tersebut dikembalikan ke saya. Kemudian saya makan……

O ya, rasanya memang agak sepat-sepat dan sedikit pahit.

Saya bilang : “Klo coklat murni, memang rasanya begitu….”

Dua hari kemudian, saya coba lagi…….

Lama-lama, saya perhatikan… kok di masing-masing batangan coklat tsb, ada presentasinya ?

65%, 75%, 85%Β  dan 99% .

Saya masih belum “mudeng“…..

Saya coba yang 65%, enak kok….semakin penasaran……

Saya mau coba yang 99% gimana….. kuat ga?

Eeeehhhh….ternyata, benar-benar pahit…!!!

Apakah teman-teman pernah mencoba madu pahit ? Nah itu masih ada sedikit manisnya…. klo yang ini tidak ada manisnya sama sekali…..

Pahiiiittt…. saya ga kuat menelannya…!!!

Untunglah yang 99% itu ga banyak….hanya beberapa buah saja dari jumlah totalnya 16 batang. Jadi masih bisa dimakan dan saya masih suka meskipun kemurnian coklatnnya sampai 85%.

Terus, untungnya apa ?

Akhirnya saya jadi tau, pebandingan rasa coklat murni mulai dari 65%, 75%, 85% bahkan yang terakhir 99% nyaris 100%.

Brrrr…..

Sahabat, terimaksih telah mengingat saya, dan terima kasih untuk pengalaman ini πŸ™‚

IMG_1840