Tags

, , , ,

Akhir-akhir ini kita dibuat semakin kesal oleh ulah pengendara motor terutama yang suka melawan arus/arah, baik pagi berangkat kerja maupun sore pada jam pulang kantor.

Kebiasaan jelek ini sebetulnya sudah lama saya lihat, dan makin kesini makin menjadi-jadi.

Dari dulu saya ingin sekali menulis hal tsb, tapi belum kesampaian. Namun setelah membaca sebuah artikel di Kaskus Edisi Rabu tanggal 9 Juli 2014, perihal : “Cara menghadapi motor lawan arus” di sini , maka keinginan itu semakin tak terbendung lagi.

***

Pada dasarnya apa yang saya lihat di jalanan persis seperti yang di tulis di Kaskus, seperti kebiasaan pengendara motor menerobos lampu lalu-lintas, jalan di trotoar, bahkan jalan melawan arus/arah.

Tentu saja, alasannya sangat beragam diantaranya karena ingin cepat sampai di tujuan, tempat putar arah kejauhan, lalu-lintas padat, jalur di sebelah sepi/kosong, anggapan melawan arah/arus aman-aman saja, tidak ada Petugas Kepolisian yang mengawasi, diperparah lagi banyak yang melakukan kesalahan tsb alias berjamaah.

#Cari pembenaran#

Mereka tidak memikirkan lagi tingginya resiko yang diakibatkan oleh kelakuan bodoh dan konyol ini, baik buat diri sendiri maupun bagi orang lain. Pasti sudah banyak korban, diantaranya saya pernah melihat seorang teman ditabrak oleh pengendara motor yang melawan arah dengan kecepatan tinggi (bayangkkan sudah salah, kecang lagi), sehingga tangan sahabat saya patah, kendaraannya penyok-penyok dan lampunya pecah.

Lebih riskan lagi, bahkan kepada pejalan kaki sekalipun, para pengendara motor ini seperti “tidak rela” memberi kesempatan untuk menyeberang, meskipun kendaraan lain (mobil) sudah berhenti. Melihat ada orang yang mau nyeberang bukannya ngerem atau memperlambat motornya dan berhenti, tapi malah makin digeber. Dan itu dilakukan secara kolektif (bersama-sama), bukan sendiri-sendiri. Hal itu mungkin karena kita suka hidup secara kolektif, maka melanggar lalu lintas juga demikian.

Pengalaman saya di Australia atau di Negara-negara maju lainnya, pengemudi kendaraan apapun yang melihat ada pejalan kaki akan menyeberang, mereka akan berhenti puluhan meter sebelumnya dan mempersilahkan kita menyeberang

Apakah para pengendara motor itu sadar, bahwa tindakan melawan arus itu tidak terpuji (melakukan yang bukan haknya), dan yang pasti mengganggu kenyamanan orang lain dan melanggar hak orang lain ?

Beberapa ahli mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh kedewasaan para pengedara motor belum matang, pendidikan mereka tidak cukup, biasanya mereka hanya mengunakan kendaraan roda dua (tidak penah mengedarai kendaraan roda empat, karena yang pernah mengendarai kendaraan roda empat pasti akan mikir dua kali melakukan hal yang sama, sebab mereka merasakan sendiri betapa kesalnya melihat pengendara motor ugal-ugalan di jalan), kurangnya edukasi/sosialisasi berlalu-lintas dari pihak yang berwenang, lebih parah lagi kalau SIM pun dibeli alias SIM tembak…!!!

Hal-hal tersebut mengakibatkan mereka nekat ambil resiko,

Disisi lain, kalau motor-motor tsb sudah berkelompok (membentuk perkumpulan atau istilahnya gang motor) dengan jaket kulit seragam, sarung tangan, pentungan (light stick) di tangan dan bunyi sirine meraung-raung, mereka menjadi semakin jumawa dan arogan, seolah-olah jalan milik nenek moyangnya sendiri, sedangkan yang lain numpang.

Hai pengendra motor, sadarlah bahwa kita bayar pajak sama-sama (kendaraan roda dua maupun roda empat), jadi tidak ada yang istimewa di jalan raya.

***

Beberapa cerminan mayoritas pengendara motor saat ini adalah selap selip di sela-sela mobil, zig zag kiri kanan, tidak pakai lampu kalau malam hari, kesenggol dikit marah (pasti pada kompak ramai-ramai belain), coba kalau mereka yang nyerempet mobil orang lain, masih syukur mereka angkat tangan (seperti orang minta maaf) malah pura pura tidak tahu alias ngibrit melarikan diri , tidak gentlemen, tidak bertanggung jawab alias cemen (karena saya beberapa kali jadi korban dan mengalami  sendiri).

Terus bagaimana cara mengatasi mereka ?

Banyak yang kasih komen : serempet aja, ludahin aja, teriakin aja, tabrak aja, ketok helmnya, atau kasih lampu jauh biar matanya sakit, karena mereka telah melawan aturan.

Begitulah gambaran kekesalan yang ditulis oleh para pembaca Kaskus.

Ada juga pengemudi mobil yang sengaja tidak  ngasih jalan motor-motor yang melawan arus tsb, meskipun akhirnya mengakibatkan kemacetan menjadi semakin parah.

***

Diharapkan kepada semua pengendara motor janganlah melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu, karena anda telah mengambil hak orang lain, membahyakan diri sendiri dan membahayakan orang lain. Seperti saya bilang, jangan cari pembenaran, yang salah tetap salah, kalau mau buru-buru atau tidak mau telat berangkat lebih pagi atau berangkat lebih awal doong….!!!

Hormatilah diri sendiri agar orang lain menghormati anda juga, ingat keluarga di rumah yang menanti anda pulang dengan selamat…!!!

Kepada Petugas Kepolisian juga disarankan agar memberikan sanksi yang berat dan tegas kepada mereka, misalnya kendaraan disita atau SIM dicabut dll.

PS: Tulisan ini ditujukan kepada saudara-saudara saya yang berkendaraan roda dua (motor) dan melawan arus/arah. Kepada teman-teman pengendara motor yang tidak berbuat demikian, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Karena anda tidak termasuk kategori yang membuat saya (mungkin juga masayarakat) kesal. Terima kasih.

Advertisements