Tags

, , ,

IMG_9407

Bersyukurlah jika teman-teman pernah menikmati bekicot di negara sendiri, karena di Perancis hewan jenis ini ternyata dapat disulap menjadi makanan berkelas, elit dan mahal, bahkan hanya disajikan di restoran-restoran tingkat atas saja.

Namanya adalah  Escargot alias siput atau bekicot, yang menjadi  Appetizer atau hidangan pembuka.

Padahal dari info yang saya dapatkan, bekicot ini sebagian malah diimpor Perancis jauh-jauh dari Indonesia yaitu Kediri.

Benarkah ?

Saya juga pernah makan bekicot atau siput di salah sebuah restoran di Kota Batam yang cara mencongkelnya menggunakan tusuk gigi. Begitu juga di tepi Danau Maninjau, Sumatera Barat yang dinamakan dengan pensi yaitu sejenis bekicot atau siput kecil yang hidup di danau tsb, tapi karena ukurannya lebih kecil, untuk mengeluarkan isinya cukup disedot saja.

Di Jawa Barat juga ada, mungkin juga di seluruh Indonesia.

Klo gitu, kenapa ga kita galakkan saja menu bekicot ini di Indonesia ?

Seperti yang sudah ada di Kediri yaitu Sate dan Kripik Bekicot, Di Danau Maninjau dengan Tumis Pensi dll.

Bagaimana caranya agar kuliner ini menjadi favorit dan kebanggan bangsa kita ?

Bukankah ini sebuah peluang ?

***

Di Perancis ada cara  untuk memakannya yaitu dengan menggunakan penjepit khusus untuk cangkang bekicot dan garpu.

He3…. teringat di warung-warung kaki lima kita yang menjual kerang hijau, hanya menggunakan tangan sebagai penjepitnya dan tusuk gigi sebagai pencongkel kerangnya, ga perlu pakai penjepit khusus dan garpu 😀

***

Sebagai teman makan bekicot, juga dihidangkan minuman “berwarna merah” ini, meskipun hanya sekedar peghangat.

IMG_9399Kemudian ditambah dengan Salmon Cream Soup :

IMG_9409Sebagai main course nya Medium Rare Grilled Steak (Steak yang dibakar setengah matang) dengan mayonnaise seperti ini :

IMG_9413

IMG_9406

Suasana di restoran

IMG_9416

Petunjuk jalan di pojok restoran

IMG_9417

Depan Restoran

IMG_9419

Seberang jalan, habis diguyur hujan

IMG_9420

Ujung Jalan yang basah oleh hujan