Tags

,

20140523_151110[1]

Dari sejarah Soto Padang H. St. Mangkuto yang saya baca, restoran khusus soto ini pertama kali dibuka sekitar tahun 40-an di Bukittinggi, kemudian pemiliknya Bapak Haji Sutan Mangkuto pindah ke Jakarta, dan kira-kira tahun 60-an mendirikan restoran ini di Pasar Baru.

Saat ini Soto Padang H. St. Mangkuto telah buka cabang di Kebayoran Baru dan Kelapa Gading.

***

Seperti Soto Padang biasanya, Soto Sutan Mangkuto juga disajikan di mangkok kecil berwarna putih dengan piring kecil sebagai tatakannya. Di dalam mangkok tsb dimasukkan soun/bihun (saya ga bisa membedakan keduanya), daging yang digoreng garing dan renyah dan dipotong kecil mirip dadu serta pergedel kentang.

Setelah itu barulah disiram kaldu daging sapi yang telah dicampur rempah-rempah dan bumbu istimewa sehingga berwarna kekuningan, di atasnya dibubuhi bawang goreng, irisan daun bawang/seledri, tentu saja tidak ketinggalan kerupuk merah yang menjadi ciri khas Soto Padang.

Tapi klo nasinya dipisah (tidak langung dicampur dengan soto), kerupuk merah akan di taruh di atas nasi.

Jangan lupa menambahkan sambal ke dalam sotonya, karena sambal adalah salah satu bahan yang menjadi kunci nikmatnya Soto Padang.

Nah, klo membutuhkan garam atau kecap, juga sudah tersedia di atas meja di hadapan kita.

Tinggal ambil…

Sebagai aksesoris tambahan disediakan juga kripik paru (goreng), kripik kentang bumbu, kerupuk merah, kerupuk kulit (kerupuk jangek), telur asin dll.

Satu inovasi baru dari restoran ini yaitu Nasi Goreng Rendang. Suatu saat akan saya coba, penasaran, gimana rasanya ?

Saya juga ketemu dengan Uni Nelly Mangkuto, anak kedua dari Pak H. Mangkuto yang (katanya) sejak kelas 6 SD sudah menjadi kasir di restoran ini.

Sampai sekarang…!!!

20140523_151117[1]

20140523_151324[1]

***

Cerita di Balik Soto Mangkuto

Istri saya menceritakan bahwa sejak kecil sering dibawa Papa/Mama (almarhum) makan soto di Sutan Mangkuto dan selalu menjadi suatu kenangan indah atau nostalgia masa lalu, jika saya ajak mampir bersama anak-anak untuk makan siang di sini. Kebetulan anak-anak juga suka

Bayangkan sejak istri saya masih kecil sampai sekarang sudah punya anak dua orang Kevin (15 tahun) dan Thalita (10 tahun) masih tetap setia makan Soto Pak Mangkuto.

Sementara cerita lain tentang seorang rekan saya (sebut saja namanya Dewa), relatif masih muda, umur Β± 28 tahun, Mamanya asal Surabaya,Β  Papanya asal Padang, mengatakan bahwa sejak kecil sampai sekarang masih sering makan bertiga bersama Mama/Papanya di Restoran Soto Padang Sutan Mangkuto.

Bahkan Dewa mengisahkan, jauh sebelumnya yaitu sejak Papa dan Mamanya masih pacaran, beliau sering makan di Soto Mangkuto.

Sehingga tidak heran keluarga Pak Sutan Mangkuto saling kenal dengan Papa dan Mamanya Dewa.

Hebatkan…!!!

20140523_152538-1[1]

Bapak H. St. Mangkuto

Advertisements