Tags

, , , ,

20140114_112644

Salah satu Air Terjun di Curug Cigamea

Apakah teman-teman pernah mendengar salah satu daerah wisata air terjun, Curug Cigamea ?

Curug Cigamea terletak di Kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE) di kaki Gunung Salak Kabupaten Bogor.

Curug ini berada dalam naungan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), dan dari informasi yang saya dapat, ada tiga curug lain yang berada di sekitar tempat ini yaitu Curug Cihurang, Curug Seribu dan Curug Ngumpet.

Terus terang, sampai saat ini saya belum pernah menjejakkan kaki di ketiga Curug-Curug ini.

O ya, untuk sampai keΒ Curug Cigamea, dari tempat parkir kendaraan bermotor, kita harus melewati pintu gerbang sebagai pintu masuk, menuruni lembah dengan melewati kurang lebih 150 anak tangga. Mendekati air terjun, di kiri-kanan anak tangga banyak terdapat para penjual makanan dan minuman serta kerajinan daerah setempat seperti gelang, kalung maupun kaos anak-anak bertuliskan “Curug Cigamea”.

Di Curug Cigamea terdapat dua air terjun yang saling berdekatan, keduanya hanya berjarak sekitar 25 atau 30 meter.

Segar sekali kalau merasakan aliran airnya yang bersih dan bening……

Cuacanyapun sangat mendukung. Bukan Bogor namanya kalau tidak diselingin dengan hujan atau mendung, sehingga wajar daerah ini disebut dengan kota hujan……

20140114_112350

Air Terjun yang lain di Curug Cigamea

20140114_113144 20140114_113147

***

Satu hal yang disayangkan di kawasan wisata ini adalah tentang penjualan tiket masuk. Para wisatawan harus membayar tiket masuk sebanyak dua kali, yaitu: 1). Tiket masuk ke Kawasan Wisata Gunung Salak Endah dan; 2). Tiket masuk ke Curug Cigamea.

Padahal seharusnya Pemerintah Daerah bisa mengatur agar tiket masuk dapat dibayar satu kali saja, atau satu untuk semua, biasa disebut dengan “tiket terusan”. Dan pengunjung bisa memilih mau ke Curug Cigamea, Curug Cihurang, Curug Seribu, Curug Ngumpet atau Tempat Pemandian Sumber Air Panas Ciparay, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Untuk sarana jalan menuju ke kawasan wisata ini cukup baik, tapi agak sempit, ditambah lagi di beberapa tempat terdapat drum-drum bekas aspal atau minyak tanah yang ditaruh di tegah jalan. Maksudnya agar para pengunjung memperlambat laju kendaraan sekalian memberikan sumbangan untuk membantu pembangunan mesjid/mushalla di sekitar tempat itu  😦