Tags

, , ,

IMG_8287Tak terbayangkan bahwa pantai berpasir putih yang halus dan lembut ini, telah menjadi saksi bisu, betapa dahsyatnya peristiwa alam yang terjadi saat itu, Tsunami Aceh 2004.

Puluhan ribu jiwa telah menjadi korban, bahkan ratusan ribu jika dijumlahkan dengan negara-negara lain yang juga menjadi korban.

Tak peduli apakah anak kecil yang sedang menyusui dengan ibunya, maupun orang tua jompo yang sudah tidak mampu lagi berjalan, sampai pohon-pohon berakar tunggang yang sangat kuat, bahkan kapal PLTD Apung milik PLN pun dipindahkan oleh suatu kekuatan yang maha dahsyat dari Pelabuhan Ulee Lhee ke perkampungan Gampong Punge sejauh 5km.

Semua luluh-lantak dibuatnya.

***

IMG_8288

Namun kini kehidupan sudah kembali berjalan seperti biasa, yang terlihat adalah pantai putih, bersih dan halus.

Dimana, anak-anak sudah bisa bermain pasir, main air laut dan berenang di pinggiran pantai bersama keluarga atau temannya.

Sayang, terdapat perbedaan yang sangat kontras,  ketika kita memasuki jalan menuju pantai.

Terlihat belasan orang laki-laki bertampang sangar dan kurang bersahabat menyambut para pelancong.

Kita diwajibkan membayar retribusi senilai yang disebutkan oleh mereka.

Inilah yang membuat para wisatawan merasa kurang nyaman, bagaimana jadinya dunia pariwisata kalau orang-orang yang berkarakter seperti ini ikut terlibat?.

Mengapa dibiarkan…???

Saya yakin orang-orang tersebut adalah para preman yang berkedok tukang ojek.

Bayangkan dengan kondisi di Bali, semua lapisan masyarakat mempunyai rasa memiliki, mereka akan dengan senang hati membantu, jika para wisatawan membutuhkan informasi.

Hal tersebut akan berimbas terhadap kesejahteraan mereka,  ekonomi akan menjadi berkembang, karena itu saya yakin tidak seorangpun orang Bali yang menjadi pengangguran…!!!

Semua bisa diolah, semua bisa menjadi fulus, jika kreatif…!!!

IMG_8289

IMG_8295

IMG_8296

IMG_8297