Tags

, , , , , ,

Tempat Ibadah Tuanku Imam Bonjol

Tempat Ibadah Tuanku Imam Bonjol

Menelusuri jalan setapak berlapis semen kira-kira 60m di bagian belakang Taman Makam Tuanku Imam Bonjol, di Lota, Minahasa, Sulawesi Utara. Menuruni puluhan anak tangga, melewati kebun/hutan pohon jati dan bambu.

Saya sampai di pinggiran sebuah sungai yang bening dan cukup deras aliran airnya. Dari atas tadi sudah tampak sebuah bangunan ber-“kubah” kecil di bagian atapnya, sebagai pertanda bahwa bagunan ini adalah sebuah rumah ibadah. Karena berukuran kecil makanya disebut dengan Musholla.

Di sinilah, di sebuah Musholla yang sederhana ini, tempat seorang Ulama berpengaruh, seorang yang disebut-sebut sebagai Tokoh Gerakan Pembaru Islam, seorang pemberani,  Tokoh sentral Pejuang Perang Padri dalam bertempur melawan Penjajah Belanda, lebih dikenal dengan Tuanku Imam Bonjol semasa hidupnya melakukan ibadah untuk mendekatkan diri dan memohon kepada Sang Khalik selama lebih dari 20 tahun dalam pengasingan, sampai detik terakhir beliau menghembuskan nafas penghabisan.

Dengan mengucap”Assalammualaikum ……” saya melangkahkan kaki memasuki musholla …., terlihat sebuah batu besar panjang (seukuran sajadah) yang digunakan sebagai tempat sholat (tempat sujud) Tuanku Imam Bonjol.

Di bagian depan batu tsb terdapat sebuah sumur (tua) airnya bersih dan bening, yang biasa digunakan Tuankusebagai sumber air untuk wudhu’ .

Bagi masayarakat sekitarnya, batu tempat sujud dan sumur tua ini dianggap sebagai peninggalan Tuanku Imam Bonjol yang sangat dihormati.

Saya coba berwudhu’ menggunakan air sumur ini, sekaligus  ibadah Sholat Zuhur dan Ashar (dijama’ karena sedang melakukan perjalan) di atas batu besar tsb.

Bayangkan……

Bagaimana rasanya beribadah ditingkahi kicauan burung-burung, gemiriciknya air sungai dan siulan suara jangkrik, cuaca yang sejuk di tengah sebuah hutan kecil di pinggir sungai dengan airnya yang bening.

Yang terasa hanya rasa khusuk dan sejuk yang amat sangat……..kenikmatan beribadah itu merasuk ke dalam relung-relung kalbu ini….

Seakan terbayang dipelupuk mata bagaimana ulama sekelas Tuanku Imam Bonjol dibuang dan diasingkan ke daerah ini oleh Pemerintah Kolonial selama puluhan tahun dan tidak pernah kembali lagi ke daerah asalnya di Bonjol Sumatra Barat, hanya mengisi hari-harinya dengan beribadah dan memohon kepada Allah SWT, hingga ajal menjemput.

Entahlah, apa saja yang telah beliau lakukan selama kurun waktu tersebut.

Kebun Jati dan hutan bambu

Kebun Jati dan hutan bambu

Tangga menuju Musholla

Jalan Setapak dan Tangga menuju Musholla

Batu Tempat Sholat

Batu Tempat Sholat dan Sujud Tuanku mengarah ke Kiblat

Sumur Tua

Sumur Tua Sumber Air Wudhu’ di samping Batu

Aliran Air Sungai

Aliran Air Sungai tampak dari Musholla ke arah Selatan

Atap Musholla

Atap Musholla tampak dari atas (bukan atap yg diseberang kali)

Advertisements