Tags

,

IMG_9257

Tidak pernah terbayangkan, saya akan sampai di tempat ini, di Komplek Taman Makam Peto Syarif Ibnu Pandito Bayanuddin yang lebih dikenal dengan gelar Tuanku Imam Bonjol, di Minahasa Sulawesi Utara.

Taman yang cukup luas dapat kita lihat mulai dari pintu gerbang menuju sebuah bangunan “Bagonjong” seperti Rumah Adat Minang bercat putih.

Pohon-pohon rindang di bagian kanan dan kiri bangunan, pada bagian belakang ditanami pohon jati dan bambu.

O ya, waktu saya datang, Komplek Taman Makam ini sedang direnovasi……

IMG_9258

Ketika kita masuk ke dalam bangunan, terlihat sebuah makam dengan keramik putih. Di batu nisan terdapat tulisan :

Tuanku Imam Bonjol lahir pada tahun 1774 di Tanjung Bungo, Bonjol, Sumatra Barat.

Wafat pada 6 November 1854 di Lota Minahasa dalam pengasingan Pemerintah Kolonial Belanda karena berperang menentang penjajahan untuk kemerdekaan Tanah Air, Bangsa dan Negara

Tuangku Imam Bonjol dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah.

Di salah satu dinding bangunan terdapat lukisan Tuanku Imam Bonjol berjubah putih dan sorban putih, sedang mengacungkan pedang di atas seekor kuda putih.

IMG_9262

Disamping lukisan terdapat sebuah prasasti yang menyatakan bahwa : “Komplek Taman Makam Tuanku Imam Bonjol diprakarsai, dirancang, dibiayai dan dibangun oleh Keluarga Besar Bundo Kanduang …….”

prasasti dan batu nisan

Prasasti dan Batu nisan

Di salah satu pojok bangunan terlihat sebuah rangkaian bunga dari Panglima TNI (saat itu) Jenderal Djoko Santoso.

IMG_9266