Tags

, , ,

Kawasan Champ Elysees pada Pukul 7.15 Pagi

Kawasan Champ Elysees pada Pukul 7.15 Pagi

Pagi itu, saya dikejutkan oleh teguran seorang gadis cantik, mungil, berkulit putih, rambut hitam sedikit ikal, mata coklat dan tajam, serta beralis tebal,  umur sekitar 15 atau 16 tahun.

Katanya :

Can you speak English ?

Saya jawab : Yes, I can”.

Si gadis kecil langsung menyodorkan selembar kertas yang bertuliskan nama, nilai sejumlah uang, dan tanda tangan yang sudah pernah memberikan sumbangan kepadanya ………….. (?)

Teman saya langsung mengingatkan : “Hati-hati dompet, dan barang-barang bawaan…..!!!!”

Persis seperti yang dikatakan oleh Nella pemilik blog “Pursuing My Dreams”, memberikan komentar dalam postingan saya tentang Menara Eiffel beberapa waktu yang lalu.

Nella mengatakan, bahwa :

Selain pedagang asongan, banyak pula yang meminta sumbangan. Mereka akan bertanya “do you speak english?” lama-lama bosan ditanya saya jawab “No:lol: .

Selain itu harus berhati-hati juga pada bbrp orang yg tiba-tiba menawarkan diri untuk membantu memotret, sebaiknya langsung ditolak, katanya sih mereka minta duit, atau jangan2 malah kamera kita dibawa kabur.

Satu lagi, di atas jembatan dekat Eiffel, terkadang ada orang (pria) yg tiba2 menjatuhkan sesuatu (cincin), dan dia bilang itu milik kita, pokoknya apapun alasannya untuk mengalihkan perhatian kita segera ditinggalkan saja :wink:

Karena peringatan teman saya tadi, setiap mereka bertanya : “Can you speak Engllish ?”, saya jawab :No…..” supaya aman. Persis seperti yang dikatakan Nella : ” …..segera tinggalkan saja”

Umumnya yang mengedarkan “list sumbangan” itu adalah gadis-gadis muda, dari penampilannya saya yakin mereka berasal dari Negara-Negara Balkan, seperti Albania, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Montenegro, Yunani, Republik Makedonia, Serbia, dan sebagian Turki, bahkan Rumania dan Slovenia (meskipun bukan merupakan bagian dari Balkan). Sebagian Negara-Negara tsb merupakan bekas jajahan Rusia (Uni Sovet), eks  Eropa Timur.

Sambil bercanda teman saya mengatakan : “Kalau mereka ke Indonesia, pasti sudah dikontrak jadi pemain sinetron ‘kejar tayang’, sekaligus 500 episode……he3x….”

Kaum Imigran seperti ini banyak terlihat di kawasan elite Champ Elysees, beroperasi sejak pagi hingga larut malam. Caranya mereka berjalan satu atau dua orang  dengan “mendekati” para turis. Di pihak lain juga ada yang duduk bersimpuh di trotoar dengan plastik minuman kosong sebagai tempat mengumpulkan duit sumbangan, beberapa ada yang ditemani anjing piaraan.

Diantara mereka (tentu saja oknum) ada yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan tindakan kriminal seperti copet, minta bayaran karena bantuin memoret, melarikan kamera para turis, melap mobil di perapatan jalan, bahkan suka menggedor-gedor pintu mobil  dll.

Referensi yang saya dapatkan, mengatakan bahwa para pengamen dan pengemis ini memanfaatkan kebebasan tanpa visa bagi warga Eropa.

Apakah mereka ini ada yang mengorganisir ?
Apakah “sumbangan” tersebut, memang akan disalurkan ke alamat yang benar ? Atau hanya untuk kepentingan pribadi ?