Tags

, , , , , , , ,

IMG_9575(Postingan bersejarah di Tahun 2013 pada tanggal : 11/12/13)

Saya tidak akan membahas tetang sejarah, maupun pencipta menara yang sangat terkenal itu,  karena saya yakin banyak orang sudah mengetahuinya.

Saya ingin cerita tentang kenyamanan yang agak terganggu karena banyaknya para pedagang asongan alias penjual  souvenir yang menjajakan dagangan kepada pengunjung dan beberapa tips untuk mengunjungi Menara Eiffel.

***

Para penjual souvenir tsb umumnya (maaf) berkulit gelap dan berbadan besar. Saya memperkirakan mereka adalah imigran dari Afrika.

Ketika menginjakkan kaki di pelataran luas, sebagai tempat untuk memandang Menara Eiffel dengan jelas. Kita langsung disambut oleh, suara-suara seperti ini :

Selamat Pagi Pak (sambil memperlihatkan gantungan kunci berbentuk Menara Eiffel) dua …. satu Euro……!!!, tiga ……. satu Euro ….., lima … satu Euro, (terakhir) enam … satu Euro.

Muraaahhh….

#Mereka ber-Bahasa Indonesia#

Mereka terus membuntuti kita (bukan hanya satu orang), bahkan sedikit memaksa…!!!

Untuk miniatur Menara Eiffel yang paling besar mereka menawarkan €4, jauh lebih murah jika dibandingkan kalau kita beli (dengan ukuran yang sama, kualitasnya saya tidak tau) di kawasan Champ Elysees  harganya €19 atau di Benlux Duty Free di Rue de Rivoli, Paris harganya €9.

#Hampir sama dengan pedagang asongan di lokasi wisata di Tanah Air#

Akhirnya saya putuskan untuk mengeluarkan €1, antara terganggu dan merasa kasihan. Sebab mereka menjual murah sekali, untungnya berapa ?

IMG_9595

Pelataran

IMG_9600

Nah, menurut saya :

  1. Lebih baik souvenir tsb dibeli saja, supaya  lebih nyaman, kalaupun ada yang menawarkan lagi, tinggal bilang : “I have it
  2. Kalau mau naik ke menara, datanglah lebih awal, disaat antrianya belum terlalu panjang.
  3. Kalau tidak mau naik ke menara atau hanya ingin foto2, sebaiknya datanglah lebih siang atau sore sekalian. Karena hasil foto di pagi hari kurang bagus (backlight/menentang matahari). Karena penampilan Menara Eiffel di siang dan malam hari sangat berbeda. Kemegahannya lebih terpancar pada malam hari, karena cahaya lampu yang memukau. Yang datang sore hari, dapat menyaksikan menara ketika matahari masih bersinar, menunggu matahari terbenam sampai lampu menara menyala.

Sayangnya, saya hanya punya waktu pukul 9 pagi, apa boleh buat. Sedangkan malam saya hanya bisa menyaksikan Eiffel dari Puncak Monumen Arc de Triomphe.

IMG_9936

Eiffel dari Puncak Monumen Arc de Triomphe

***

Dari pelataran tadi, saya berjalan menuju menara (kurang lebih seratusan meter), melewati lapangan rumput dan pohon-pohon yang sudah mulai menggugurkan daunnya (menghadapi winter – musim dingin).

IMG_9602

IMG_9606

IMG_9607

IMG_9609

IMG_9621

Ada juga kios penjual souvenir di ujung jalan, saya kemudian menyeberang, dan berjalan di atas jembatan Seine River.

IMG_9641

Kios Souvenir di Ujung Jalan

IMG_9654

Sein

Seine River

IMG_9663

IMG_9670

Eiffel

Sang Arsitek Gustave Eiffel

Sekarang saya berada di bawah Menara Eiffel yang terkenal itu.

Antara percaya atau tidak……

Alhamdulillah ….. ya Allaah…….!!!

Saya tidak sedang bermimpi, saya memang sedang berada di bawah Menara yang dibangun oleh Gustave Eiffel ratusan tahun yang lalu (1887) itu. Ada patung sang arsitek di sini.

Saya harus mengurungkan niat untuk naik ke menara, karena ada ratusan orang yang sudah antri lebih dulu.

IMG_9676

IMG_9677

Ada yang romantis di sini :

IMG_9665

Foto Pre Wedding ?

IMG_9681

Pintu Keluar Pengunjung yang turun dari Menara

***

Untuk mengatasi rasa dingin yang menusuk (2ºC) dan angin yang cukup kencang, maklum kadang-kadang cuaca agak mendung. Saya membeli secangkir hot chocolate di kios di kaki menara.

Aaahh…..lebih baik saya ke taman seberang ke Champ de Mars untuk melihat Sekolah Militer (School Army) Paris yang terkenal itu.

IMG_9666

Kios Penjual Minuman dan Makanan

Taman di depan School Army

Champ de Mars