Tags

, , , ,

Seperti pernah saya tulis di sini, sekitar 8 atau 9 bulan yang lalu, saya menggunakan Meter Prabayar (MPB) yang diklaim oleh PLN sebagai “Listrik Pintar”.

Selama masa itu juga, meskipun banyak yang mengatakan bahwa dengan cara ini, pembayaran listrik kita akan lebih tinggi dibandingkan dengan cara manual (tanpa pulsa). Tapi saya tetap menggunakan “Listrik Pintar” ini, lebih dengan alasan malas ke PLN (kembali ke cara biasa).

***

Selama 9 bulan pula saya memesan pulsa dari tetangga, dan sejauh ini lancar-lancar saja, walaupun jika diijumlahkan dari segi pemakaian pulsa jauh lebih tinggi dari sebelumnya (tanpa pulsa).

Nah, kemarin malam pulsa tinggal 16 ribu, padahal setiap sisa pulsa kurang dari 20 ribu, akan terdengar “alert” atau peringatan.

Berisik…..!!!

Karena sudah malam, saya tangguhkan pembelian pulsa, rencananya besok pagi saja.

Sejak pukul 6 pagi, sudah saya pesan, jawabannya “belum bisa”, pesan lagi jam 10, masih “belum bisa”, sementara pulsa makin berkurang.

Pukul 14 saya coba beli di Indomaret, ternyata pesannya “error“.

Menurut pramuniaganya : “Sebaiknya Bapak tanya ke PLN, mungkin Bapak punya tunggakan. Banyak kejadian seperti ini”.

“Upssss…!!!”, saya merasa ga punya hutang dengan PLN. Bukankah pada saat permintaan (perubahan) daya 9 bulan yang lalu, saya harus membawa kuitansi/struk pembayaran listrik 3 bulan trakhir ?.

Mana mungkin ada tunggakan ?

Ketika itu saya pernah menanyakan : Apakah ada yang harus saya lunasi ?”

Jawabnya : “Bapak pulang saja dulu, besok Bapak datang lagi ke sini (PLN), mungkin ada yang harus Bapak bayar

#Memangnya tugas saya hanya bolak-balik PLN saja apa ? #

Toh, kalaupun memang harus bayar pasti PLN akan mengirimkan tagihannya ke rumah.

***

Saya mengikuti saran Pramuniaga Indomaret untuk menghubungi PLN…

Seperti biasa kalau menelpon hotline PLN pasti harus berkali-kali, tekan ekstension sekian, suruh tekan bintang kalau mau menunggu, menunggu lagi…. (beberapa kali).

Saya tanyakan kepada Petugas PLN : “Kenapa saya tidak bisa isi pulsa listrik saya? “

Seperti biasa, sebelumnya pasti ditanya no. rek, nama, alamat dll.

Katanya : “Bapak punya tagihan Rp71.000, listrik Bapak diblokir, Bapak datang dan lunasi ke Kantor PLN terdekat”

Yang saya sesali adalah, kalau memang saya punya tunggakan, kok tidak ada tagihan yang datang. Padahal tempat tinggal saya hanya berjarak tidak lebih dari 2 km dari Kantor PLN,

Selama 9 bulan, kok ga ada tagihan, atau peringatan dari PLN, tiba-tiba saya diblokir tanpa pemberitahuan sama sekali..

Hanya karena Rp71.000, padahal setiap bulan, rata-rata saya membeli pulsa hampir Rp750.000.

Ok, saya tidak punya pilihan lain, saya harus bayar apalagi sudah pukul 3 sore, cuaca hujan dan sudah mulai gelap, anak-anak masih dalam minggu ujian akhir semester (US).

Apalagi saya punya ikan piaraan yang selalu membutuhkan sirkulasi air, kalau tidak mereka akan megap-megap.

***

Di loket pembayaran PLN, saya berikan nomor rekeningnya, sekalian kartu (token)nya.

Petugas di PLN mengatakan : “Token Bapak salah…!!!”

# Lho, bukannya selama 9 bulan terakhir saya pakai token ini ? Dan itu juga dari PLN ?. Saya yg begok atau Petugasnya yg goblok ?#

Setelah saya jelaskan, bahwa saya selama ini pakai token ini, saya beralih dari sistem yang biasa ke “Listrik Pintar””.

“Ooo, begitu Pak, tapi Bapak tidak bisa bayar sekarang, karena tunggakan pembayarannya tutup pukul 3”.

#Padahal saya tanya ke operator sebelumnya, loket pembayaran tutup pukul 4. Mana yang benar ?#

“Bapak bisa kembali besok pagi”

#Saya sudah katakan pulsa saya tinggal Rp3.000, kalau saya bayarnya besok, berarti semalaman saya sekeluarga gelap-gelapan?#

#Ini orang ada akalnya ga sih ?#

Akhirnya dengan negosiasi yang alot si Petugas mau menerima bayaran dan membuka blokir listrik saya. Dengan catatan, baru bisa diaktifkan 2 jam lagi, memang ketika saya coba pukul setengah 5 belum bisa. Saya nekat saja coba pukul 5.

Eeehh…., alhamduliiah bisa…..

PLN….PLN…… kok maunya mempersulit orang sih?

Apa punya prinsip : “Bisa dipersulit, kenapa dipermudah?”

Advertisements