Tags

, , , , , , , , , , , , , ,

Pengurusan Visa di Kedutaan Besar Perancis membutuhkan waktu ±15 hari kerja, padahal waktu keberangkatan tinggal satu minggu lagi.

Dari hasil  diskusi dengan beberapa teman, maka saya memutuskan untuk melakukan pengurusan Visa Schengen di Kedutaan Jerman, karena menurut informasi, pengurusannya bisa lebih cepat.

Visa Schengen adalah visa khusus yang dapat dimiliki oleh pelancong atau siapa saja yang igin masuk ke negara-negara Uni Eropa.

Seperti diketahui, bahwa untuk mendapatkan Visa Schengen harus dilakukan di negara yang menjadi tujuan kita pertama kali.

Perjanjian negara-negara Uni Eropa di kota Schengen, Luxemburg, pada 1985, yang salah satu hasilnya adalah menghapuskan pengawasan perbatasann di antara negara-negara Uni Eropa

Seperti saya misalnya mau ke Perancis, seharusnya mengurus visa di Kedutaan Besar Perancis, bukan di Kedutaaan Besar Jerman.

***

Singkat kata, pada Jumat (15/11) pukul 11, saya dapat info dari Kedutaan Jerman bahwa Visa Schengen saya sudah selesai (ajaib dalam waktu 5 hari kerja bisa siap). Sayang berita inii baru saya dapat pukul 11, padahal paling lambat pukul 10 tiket Emirates yang saya booking harus di-Issued, Emirates gagal.

Untunglah akhirnya travel melaporkan bahwa saya bisa naik Malaysia Airlines (MAS) ke Paris meskipun harus transit di Kuala Lumpur, Malaysia.

***

Waktu yang dibutuhkan dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Indonesia ke Bandara Antar Bangsa Kuala Lumpur, Malaysia ± 2 jam, transit ±1 jam, terbang lagi ke Charles de Gaulle International Airport, Perancis selama ±12 jam.

Touchdown di Charles de Gaulle pukul 6.20, masih gelap (seperti pukul 4 pagi di Jakarta).

Saya harus antri di Imigrasi, di pagi yang dingin (2º C saat itu).

Sebagai orang kampung yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Paris, saya mulai ragu apakah akan terjadi sesuatu dalam pemeriksaan di Imigrasi?, apakah akan ada masalah dengan visa saya?

Karena saya langsung terbang ke Paris, bukankah seharusnya saya mampir dulu ke Jerman?, setelah dapat stempel Imigrasi di Jerman, baru melanjutkan perjalanan ke Paris?

Ketika antrian saya sampai di barisan paling depan, saya berdoa : “Ya Allah mudahkanlah dan lancarkanlah semua urusan hambaMu ini

Saya membaca Ayat Kursi 3x

Bismillahirrahmaanirrahiiim

Saya serahkan paspor, Petugas Imigrasi (PI) membolak-balik paspor saya.

PI : Where are you from? #Emangnya lho ga baca, gua dari Indonesia#

Uded : Indonesia

PI : Where are you going ? #Mau tau aja#

Uded : #blalalala…………#

PI : Do you want to go to Germany? 

Uded : Yes, I do #jawab aja iya#

PI : When?

Uded : Maybe, tomorrow morning

PI : Ok, Welcome to Paris

Uded : Merci…. (terima kasih banyak)

Alhamdulilllaaah ….. (dalam hati)

Advertisements