Tags

, , , ,

Bunaken

Pukul 7.30 pagi saya sudah berada di Pelabuhan Laut Manado di Kawasan bisnis Marina Bay untuk rencana keberangkatan ke Pulau dan Taman Laut Nasional Bunaken.

Malam sebelumnya saya minta bantuan teman yang di Manado untuk mencarikan perahu mator yang akan membawa kita ke Bunaken. Tarifnya ada yang relatif murah (sharing dengan penumpang lain), atau kalau mau bebas bisa dengan sistem sewa mulai dari 1 s/d 8 juta rupiah, bahkan mungkin ada yang lebih mahal lagi.

Saya dengan dua orang teman dapat menyewa perahu motor (3 orang crew) dengan harga  Rp 1.150.000,- (dapat dibayar setelah kembali ke Manado). Perahu yang saya sewa merupakan salah satu perahu motor paling besar diantara beberapa perahu di pelabuhan Manado.

Menurut informasi Om Deni (juru mudi perahu), jarak antara Manado ke Pulau Bunaken sekitar 12 s/d 15 mil dan membutuhkan waktu antara 35 s/d 45 menit.

Alhamdulilah cuaca cerah, sehingga kami dapat melihat Pulau Bunaken dari Pelabuhan.

***

Perjaanan dimulai, perahu motor hanya membawa 6 orang, saya dan dua orang teman, serta 3 orang crew perahu.

Sekitar 2 mil dari pantai Pulau Bunaken, perahu berhenti, dua orang crew menurunkan kotak kaca yang sudah disediakan, perahu berjalan perlahan agar para penumpang dapat menyaksikan biota laut yang di bawah perahu.

Mengagumkan…!!!

Ikan-ikan cantik dengan warna-warni cerah (seperti kuning, merah atau biru), termasuk bintang laut, kuda laut dan karang yang indah. Ada karang yang berbentuk landak, atau meja, para crew perahu memberi nama karang itu dengan Karang Meja.

Laut Bunaken

***

Perjalanan di lanjutkan menuju Pelabuhan Bunaken, kami harus menyewa satu paket peralatan Snorkeling seharga Rp150.000/paket x 3 orang, perlengkapan Snorkeling untuk Guide Rp150.000/paket x 2 (2 crew perahu, merangkap guide).

O ya, sebagai momen berharga kami juga menyewa satu kamera yang dilengkapi dengan anti air satu paket dengan kameraman, biaya Rp350.000.

Kami diingatkan, agar jangan lupa membeli biskuit untuk menarik perhatian ikan-ikan agar mendatangi kita. Kalu ga salah 6 bungkus biskuit x Rp10.000.

***

Setelah memakai perlengkapan Snorkeling, kami kembali naik ke perahu menuju lokasi (sekitar 2 mil dari Pulau Bunaken).

Di lokasi tersebut terdapat perairan yang dangkal, dimana kita bisa berdiri di atas batu karang yang agak rata, tetapi di tempat ini juga ada jurang laut yang terlihat cukup dalam.

Om Deni menawarkan , “apakah mau makan siang setelah ini ? Klo mau, akan saya pesankan, supaya tidak lama menunggu,” katanya. “Atau bisa juga pesan Pisang Goreng dengan Sambal terasi beserta Kelapa Muda segar….!!!,” promosi Om Deni.

Di lokasi……, Om Deni sudah menambahkan air ke dalam biskuit tadi, yang sedikit-sedikit disemprotkan agar ikan-ikan merubungi kita.

Karena kami punya agenda yang lain, maka kegiatan Snorkeling hanya kami lakukan dalam waktu 30 menit saja.

DSC06096

***

Kami kembali ke Pulau Bunaken, kemudian bilas dengan biaya Rp10.000 x 3 orang, beli handuk seharga Rp10.000 x 3 orang.

Sekali penggunaan Toilet Rp2000

Air bersihnya mereka beli dan ambil dari perkampungan di Pulau ini.

***

Setelah ganti, sang pemilik kamera meng-copy-kan hasil foto (100-an foto) baik ke dalam VCD, maupun ke flashdisk/micro-sd yang kita punya.

Makan pisang goreng sambal terasi (1 paket = 10 pisang goreng), 3 kelapa muda, dan biaya minum  3 orang crew.

Ternyata setelah snorking terasa lapar, tapi dengan dua buah goreng pisang dan sebutir kelapa muda, buat saya sudah cukup.

IMG_9227

Di sini juga dijual cendera mata seperti gelang, kalung, baju-baju kaos bertuliskan Bunaken dll.

Umumnya gelang atau kalung ditawarkan rata-rata Rp10.000 untuk 3 buah barang. Tapi ada juga yang satuya seharga Rp5.000,- atau lebih.

***

Jadi jika mengunjungi Taman laut Bunaken untuk tiga orang membutuhkan biaya sekitar Rp2.500.000 (Dua juta lima ratus ribu rupiah), sudah termasuk Pajak Pelabuhan Rp105.000,- dll.