Tags

, , , ,

IMG_8435

Broooooooo…..

Dari tiga monumen yang menjadi Tugu Kilometer Nol, di Kota Sabang,  Pulau Weh, Propinsi Aceh, salah satunya adalah monumen yang diresmikan pada tanggal 24 September  1997, oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala BPP Teknologi (saat itu) Prof. DR. Ing. B.J. Habibie.

Menurut warga Sabang, monumen inilah yang diakui keabsahannya oleh Pemerintah.

Ketika menginjakkan kaki di tempat ini, saya kaget melihat seekor Babi Hutan bertubuh tambun berjalan dengan santai menyeberangi jalan sambil memakan makanan sisa yang ditemuinya di jalanan, seolah tidak terusik dengan banyaknya manusia di sekitarnya.

Seorang Ibu Pedagang makanan di sekitar lokasi monumen, mengatakan bahwa Babi Hutan ini sudah berteman dengan manusia sejak masih kecil, namanya “Si Bro”, katanya : “Si Bro sudah jinak, ga takut sama manusia, dan juga tidak mau menyerang manusia”.

Saya ditawarkan agar memanggil dan memberi Si Bro kerupuk atau makan lain, karena makan Si Bro adalah sisa-sisa makanan seperti kelapa muda, nasi, mie istan, kerupuk atau apapun yang dimakan manusia.

Sambil membuka kerupuk dari bungkus plastiknya, saya panggil : “Broooo….”, si Bro langsung datang dan meminta kerupuk saya dengan mulutnya.

Saya kasih……., tidak lama kemudian Si Bro minta lagi…., minta lagi ….., karena takut dijilat, saya kasihkan saja bersama bungkus plastiknya. Meskipun dalam hati saya khawatir kalau Si Bro memakan kerupuk tersebut bersama bungkusnya, Si Bro bisa mati.

Ternyata Si Bro adalah hewan liar yang pintar, dia bisa membuka bungkusnya sendiri dan memakan isinya, padahal itu semua dilakukan dengan mulut.

Selesai memakan kerupuk dari saya, terdengar lagi di sudut lain suara yang memanggil : “Brooooo….”. Si Bro-pun segera mengejar sumber suara tersebut.

IMG_8436

Disamping Si Bro, ada juga monyet liar yang terdapat disepanjang jalan menuju monumen. Cuma, lagi-lagi kata Ibu  Pedagang tsb, monyet-monyet ini suka nyuri makanan, bahkan buah kelapa muda utuh, sanggup dibawa lari ke atas pepohonan.

Monyet

Ibu Pedagang

Ibu Pedagang Makanan bersama anaknya