Tags

, , , , , , , ,

TehTeh yang cara penyajiannya secara konvensional, biasa disebut dengan teh tubruk, untuk saat ini dirasakan sudah tidak praktis lagi, karena melalui proses yang “meropotkan”, harus diseduh terlebih dahulu dengan air mendidih, disaring, baru dituang kedalam cangkir.

Namun demikian, teh tubruk ini masih dapat ditemukan di Warteg-warteg alias Warung Tegal di Jakarta dan sekitarnya, apalagi di daerah Jawa. Istimewanya lagi di Simpang Lima, Semarang yang terkenal dengan tradisi minuman teh tubruknya.

Saya pernah mencobanya.

Apalagi saat ini sudah tersedia teh yang penyajiannya istant yaitu teh celup (berbagai merk), cukup dengan menggunakan air panas dari dispenser, dicelupkan, kemudian sudah langsung bisa dinikmati. Tidak perlu air mendidih, dan tidak perlu disaring terlebih dahulu.

***

Ceritanya, dua bulan yang lalu saya ke daerah Cijantung, Jakarta Timur. Sampai ditujuan bertepatan dengan waktu makan siang. Saya mampir di sebuah restoran atau Warung Nasi namanya “Pecel Pincuk Madiun”.

Cara makan disini adalah ‘prasmanan’ atau ada yang mengistilahkan dengan ‘bancakan’. Kita bisa ambil terlebih dahulu lauk/daging, sayur, dll terus langsung ke meja kasir untuk dihitung berapa yang harus di bayar.

Selain masakan, ditempat ini juga dijual macam-macam makanan ringan yang berasal dari Jawa Timur, khususnya dari daerah Madiun, diantaranya adalah Teh Naga, lengkapnya yaitu Teh Jawa Diproduksi Teh Naga Jatim (seperti gambar di atas).

***

Ketika lebaran yang lalupun demikian, teman saya dari daerah Boyolali, Jawa Tengah membawakan Teh Cap Poci Perusahaan Teh Sosrodjojo yang di produksi dari Slawi. Terus ada juga Teh Gopek dari Pabrik Teh Gopek dari daerah yang sama.

Teman saya yang ini, jika pulang kampung hampir dipastikan salah satu oleh-olehnya adalah macam-macam teh seperti ini.

Teh Gopek***

Dari beberapa jenis teh di atas, sensasi rasanya memang beragam, tapi disinilah letak asyiknya, kita dapat merasakan berbagai macam rasa dan aroma teh.

Saya hanya menyayangkan tampilan atau kemasannya saja, padahal jika kemasannya lebih baik, mungkin harganyapun bisa lebih tinggi. Atau mungkin juga kemasan yang seperti ini hanya ditujukan untuk pasar tertentu, seperti teh poci misalnya, sekarang juga banyak ditemukan teh poci dengan kemasan yang lebih baik, juga ada teh celupnya.

Malah juga ada yang merupakan perusahaan waralaba

Namun saya ga tau apakah Teh Cap Poci atau Teh Poci ini diproduksi oleh perusahaan yang sama ?

***

Teman-teman bisa membayangkan wanginya aroma teh di lemari tempat penyimpan berbagai koleksi teh yang saya punya.
Tarik nafas dalam-dalam……

Tahan……….

Kemudian keluarkan melalui mulut secara perlahan…….

Aaaahhhh….. πŸ™‚

He3x……, memangnya di kebun teh ?

Advertisements