Tags

, , ,

IMG_6555Teh ini adalah pemberian teman saya (sebut saja namanya) Yayat yang asli Purwarkarta, karena orang tuanya bekerja di Perkebunan Teh di Purwakarta.

Yayat mengatakan daun teh ini dipetiknya sendiri, langsung dijemur dibawah panas matahari sampai kering sehingga berwarna gelap.

Menurut beberapa sumber : “Proses ini menyebabkan pecahnya zat hijau daun (Chlorophyll) dan terlepasnya unsur Tanin, yaituΒ  senyawa komplek yang dihubungkan sebagai pemberi rasa pada minuman”

Teh ini benar-benar fresh from nature, saya tidak tahu apakah setelah penjemuran, dilakukan proses berikutnya, seperti menggongseng di atas wajan panas atau menggunakan uap dll. Proses ini sebetulnya perlu dilakukan karena berguna untuk menghilangkan kadar air dan menghentikan oksidasi, sehingga kalau teh disimpan dalam waktu yang lama tidak akan ditumbuhi jamur.

Saya mencoba membandingkan teh dari Yayat, dengan teh yang dibawa teman saya dari Cina sekitar beberapa bulan yang lalu, tentu saja dengan kemasan yang sangat menarik berbahan Aluminium Foil dan kedap udara.

Dari segi penampilan Teh dari Cina memang ok, tapi dari segi rasa saya lebih memilih teh yang dikirim oleh Yayat, yaitu dari Teh dari Purwakarta. Menurut saya jenis teh yang lebih sepat itu lebih baik.

Saya suka…. πŸ˜›

IMG_6552Ini adalah perbandingan daun teh dari Cina yaitu Ming Cha dengan Teh dari Purwakarta.

China Tea dan Purwakarta Tea

China Tea (Ming Cha) dan Purwakarta Tea