Tags

, , , , , , ,

Kaus Kaki

Kaus kaki hitam (atas), kaus kaki coklat bermotif (bawah)

Suatu kali saya menghadiri sebuah seminar di salah satu gedung di bilangan Sudirman Central Business District (SCBD), yang diawali dengan registrasi peserta pada pukul 8 pagi.

Agar datang tepat waktu, tentu saja saya harus berangkat lebih awal dari biasa. Apalagi untuk sampai ke lokasi pasti membutuhkan perjuangan yang cukup berat, karena berada di pusat bisnis ibu kota.

Agar tidak terkena “3 in 1“, saya melewati Jalan Kapten Tendean (Mampang) terus masuk ke SCBD lewat Senopati.

Singkat cerita, saya sampai sebelum pukul 8.

Ternyata, satu orangpun tamu undangan belum ada yang datang, hanyaย  Event Organizer (EO)-nya dan yang punya hajatan yang sudah hadir.

Untunglah ada beberapa orang yang mengenal saya……

***

Setelah registrasi, saya dipersilahkan untuk menikmati hidangan “coffee morning” (he3x …. kebetulan belum sempat sarapan). ๐Ÿ™‚

Karena menunggu peserta yang lain acara baru dapat dimulai pukul 10.00.

Di tengah seminar berlangsung, tiba-tiba saya melihat kebawah, kearah kaki. Alangkah kagetnya saya, melihat kaus kaki yang saya pakai beda antara sebelah kiri dan kanan.

Mungkin karena saya berangkat buru-buru waktu itu.

Beda dari warnanya apalagi motifnya, yang satu berwarnaย  hitam polos dan yang satunya coklat tua bermotif, padahal sepatunya coklat dan celana saya berwarna krem, sedangkan ham-nya warna broken white.

Biasanya untuk stelan pakaian seperti di atas, yang nuasanya krem atau coklat saya memakai yang senada, tentu saja kaus kakinya yang benar adalah seperti gambar di atas (bagian bawah), yaitu coklat polos atau coklat bermotif.

Untung celana saya bisa menutupi kaus kaki tersebut sampai ke sepatu. sehingga kalau tidak diangkat kausnya tidak kelihatan.

Cuma terasa risih saja, meskipun belum tentu ada yang lihat ๐Ÿ™‚