Tags

, , , ,

Beberapa waktu yang lalu, teman saya di rawat di rumah sakit karena menderita Demam Berdarah Dengue (DBD), sampai trombositnya mencapai titik terendah 13.000 dari antara 200.000 s/d 300.000 keping/mm³ pada kondisi normal.

Tentu saja tindakan dari rumah sakit adalah memberikan obat-obatan dan infus, apalagi sempat pendarahan.

Untuk memulihkan penyakit ini, teman saya membutuhkan waktu satu minggu untuk perawatan di rumah sakit, dan sekitar beberapa  hari istirahat di rumah.

Meskipun kondisinya masih belum terlalu pulih, teman saya sudah tidak betah di rumah, beliau lebih senang melakukan aktifitas sehari-hari alias bekerja seperti biasa.

Beberapa hari kemudian, pada suatu pagi, saya melihat keanehan pada bentuk mukanya yang tidak seperti biasa, bibirnya “miring” dan agak “mencong” alias asimetris, dan salah satu kelopak matanya seperti susah menutup.

Saya sarankan agar si teman cepat-cepat ke klinik atau dokter terdekat : “Tadi pagi saya sudah ke klinik tapi dokternya belum datang, sudah periksa dan tekanan darah saya normal,” katanya.

Dalam hati saya khawatir apakah ini tanda-tanda stroke ringan ? Tapi kok tekanan darahnya normal ?

Saya tetap menyarankan supaya segera ke dokter, agar mendapat informasi yang pasti penyebabnya apa ?

Teman saya kembali ke klinik sebelumnya, dan dokter di sana menyatakan bahwa : “Bapak terserang stroke ringan……”

Serrr…..!!!, teman saya langsung down, kepikir anak-anaknya masih kecil dst……

Untuk lebih meyakinkan perihal penyakitnya, hari itu juga, beliau melanjutkan pengobatan ke Klinik Swasta di Rumah Salkit Cipto Mangunkusumo yaitu RSCM Kencana .

Setelah menanyakan riwayat penyakitnya, dokter di rumah sakit ini langsung memutuskan : “Bapak kena Bell’s Palsy, terinfeksi virus karena kekebalan tubuh Bapak menurun…!!!”

Setelah saya searching, saya menemukan jawabannya pada Om Wiki :

Bell’s Palsy adalah penyakit yang menyerang saraf wajah hingga menyebabkan kelumpuhan otot pada salah satu sisi wajah.

Terjadi disfungsi saraf VII (syaraf fascialis).

Berbeda dengan stroke, kelumpuhan pada sisi wajah ditandai dengan kesulitan menggerakkan sebagian otot wajah, seperti mata tidak bisa menutup, tidak bisa meniup, dsb.

Beberapa ahli menyatakan penyebab Bell’s Palsy berupa virus herpes yang membuat syaraf menjadi bengkak akibat infeksi. Metode pengobatan berupa obat2an jenis steroid dapat mengurangi pembengkakan.

Infonya penyakit ini banyak menyerang para pengendara kendaraan roda dua yang tidak menggunakan helm penutup wajah sehingga kena terpaan angin secara langsung, angin atau tiupan AC langsung ke wajah. Bukan saja dapat menyerang orang dewasa, bahkan juga anak-anak.

***

Alhamdulillah,setelah sepuluh hari berlalu, wajah teman saya sudah kelihatan mendekati normal dan lebih baik, saya yakin Insya Allah beberapa waktu lagi akan kembali normal, tentu saja juga tidak terlepas dari ketekunannya minum obat, mengikuti terapi menurut jadwal yang ditentukan dan melakukan gerakan (olah raga) wajah.

Advertisements