Tags

,

ucok durian1Ini adalah yang kedua kalinya saya ke “Ucok Durian” di Jalan Iskandar Muda No. 75 Medan.

Yang pertama

Kedatangan yang pertama adalah sekitar bulan Mei 2010 lalu, waktu itu  sedang musim Durian Sidikalang, yaitu durian dari Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Durian Sidikalang terkenal dengan daging buahnya yang lembut, tebal dan legit.

Ketika saya pesan, Ucok (pemilik Ucok Durian) menanyakan kesukaan kita apakah yang rasanya manis, pahit, atau bahkan setengah matang (mengkal atau masih keras).

Jika durian yang disajikan tidak sesuai pesanan atau busuk (meskipun hanya satu biji),  kita bisa minta satu buah durian yang utuh sebagai penggantinya. Tanpa perlu menambah biaya 🙂

Itulah jaminan dari Bang Ucok…….

Besoknya ketika akan kembali ke Jakarta, saya membawa durian ini sebagai oleh-oleh, tapi jangan lupa harus dipesan beberapa jam sebelumya, supaya Ucok bisa menyediakan sesuai perjanjian kapan akan diambil.

Oh ya, Ucok mempunyai trik khusus untuk mengemas duriannya agar aman dibawa ke bagasi pesawat (jangan ditenteng ke cabin).

Saya ambil sekitar dua jam sebelum kembali terbang ke Jakarta, untuk menjaga cita rasanya agar tetap fresh ketika sampai di tempat.

Yang kedua

Karena menghadiri undangan pesta pernikahan anak teman saya. Kebetulan acara pernikahannya pada hari Minggu, sedangkan saya dan keluarga sudah di Medan sejak Jumat malam.

Kesempatan baik, pada hari Sabtunya kami gunakan untuk ke Berastagi sedangkan malamnya ke Merdeka Walk, tentu saja tidak ketinggalan ke Ucok Durian.

Malam itu sudah hampir pukul 10, meskipun demikian parkiran di pinggiran jalan atau sekitar tempat manggkalnya Ucok Durian masih sangat ramai.

ucok durian3

Bang Ucok dengan barang dagangannya

Advertisements