Tags

, , ,

IMG_2989Ketika mulai beranjak meninggalkan Payakumbuh, saya berniat untuk mampir dan ingin mencoba meminum “Aie Kawa”, karena dari kecil sampai dewasa, saya tidak pernah mendengar tentang minuman khas ini, apalagi mencicipinya.

Saya menngenal nama minuman Aie Kawa, justeru dari teman-teman yang pulang ke Padang dan menceritakan pengalaman wisata kulinernya.

Aie Kawa adalah minuman dari bahan rebusan atau seduhan daun kopi yang di-sangai (diasap) selama belasan jam. Sedangkan sebagai pengganti gelas maupun cangkir digunakan batok kelapa, dan untuk tatakannya digunakan potongan bambu.

Katanya, pada zaman kolonial Belanda, minuman kopi tidak bisa dinikmati oleh kaum inlanders (pribumi), karena hampir semua biji kopi di ekspor ke negeri “Sang Penjajah”. Sedangkan kaum pribumi hanya boleh memetik daunnya, bahkan untuk meminumnyapun harus dengan menggunakan batok kelapa.

Menurut Uni Evi Inrawanto di salah satu ditulisannya mengatakan bahwa :

“Biji kopi yang mereka tanam sendiri, diatas tanah moyang sendiri tapi tak diijinkan dinikmati? “

Untuk memenuhi keinginan meminum kopi, masyarakat berusaha mencari cara lain, ibarat pepatah Minang “Tak ada kayu, rotan pun jadi”, artinya walaupun tidak bisa menikmati biji kopi yang asli, daunnyapun bolehlah ……. 😦

Saya rasa Aie Kawa adalah perpaduan antara rasa teh dengan sedikit rasa kopi, tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan rasa kopi yang sebenarnya. Kalau sekarang banyak orang yang mencari dan meminum Aie Kawa ini, hanya sekedar mencoba untuk masuk ke “masa silam”, sekedar bernostalgia….. :).

Sebagai teman minum Aie Kawa adalah beberapa makanan khas yang lain misalnya :Lamang (lemang), Bika (kue khas dari tepung beras dicampur kelapa muda, dan gula pasir), bahkan buah Durian. Tapi di “Pondok Lamang Kawa Daun” yang terletak di Jalan Raya Padang – Bukittinggi, saya tidak melihat kue bika yang saya sebutkan tadi.

Nikmatnya minum Aie Kawa juga ditopang oleh suasana, karena umumnya pondok-pondok ini berlokasi di daerah yang berhawa dingin dan sejuk, seperti di Payakumbuh, Bukittinggi dan Padang Panjang (mungkin juga di daerah dingin lainnya). Apa lagi Pondok Lamang, terletak di kaki Gunung Merapi,

Saat ini Aie Kawa juga biasa dicampur ataupun ditambahkan dengan susu kental manis.

aie kawa

Lamang Pisang, Durian, Aie Kawa (murni) dan Aie Kawa yang dicampur susu kental manis

Saya melihat sendiri cara pengolahannya langsung ke dapur, daun bersama tangkainya yang sudah diasap tersebut direbus dalam tungku (berbahan bakar bara kayu). Air bagian atas rebusan diambil dengan ciduk kemudian dituangkan ke dalam cangkir batok kelapa, sembari disaring.

aie kawa1

Aie Kawa dan proses penyeduhannya

IMG_3005

Batok Kelapa sebagai pengganti gelas

Proses Pembakaran Lamang

Proses Pembakaran Lamang

pondok lamang

Pondok Lamang

pondok lamang2

Pondok Lamang bagian depan

pondok lamang3

View di belakang Pondok

pondok lamang4

View di belakang di Pondok Lamang