Tags

, , , , , ,

Lubuak Minturun

Lubuak Minturun

Lubuak atau lubuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi ke-3, keluaran Pusat Bahasa (Pusba), berarti adalah bagian yang dalam  atau cekungan di dasar sungai.

Lubuak Minturun adalah salah satu objek wisata yang terletak di pinggiran Kota Padang, tepatnya di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Padang.

Menurut cerita, pada zaman Pemerintahan Kolonial Belanda masih bercokol di Kota Padang, para meneer dan none Belanda senang bermain sambil berendam di Pemandian Lubuak Minturun ini.

Sungai Batang Kandis yang mengaliri daerah ini memiliki air yang jernih,  disepanjang  jalur sungai dipenuhi oleh pepohonan yang membikin sejuk suasana.

Sekarangpun masih seperti itu, bahkan ditambah lagi dengan hadirnya para penjual bunga dan bibit tanaman.

Asyiknya lagi dari beberapa bagian tebing terdapat air terjun yang mengalir dan  tak pernah kering sepanjang tahun, meskipun airnya tidak terlalu besar.

***

Sayangnya saya tidak sempat turun, lebih ke bawah lagi. Saya hanya bisa mengambil gambarnya dari arah atas. Padahal dari tempat saya berdiri saat itu, hanya berjarak sekitar 2 km ke lokasi pemandian, walaupun kita harus melewati jembatan penyeberangan dan menelusuri pinggiran sungai (bisa berkendaraan).

Menurut info yang saya dapatkan, karcis masuk ke lokasi pemandian hanya Rp 5.000,- untuk dewasa dan Rp 3.000,- untuk anak-anak.

***

Sungai Batang Kandis di Lubuak Minturun ini, setiap tahun selalu menjadi tujuan masyarakat untuk melakukan suatu kebiasaan turun-temurun di Minangkabau yang dinamakan dengan ‘Balimau’, yaitu ritual keagamaan  yang dilakukan sehari sebelum pelaksanaan ibadah puasa,

Kegiatan Balimau adalah mandi untuk membersihkan dan mensucikan diri sebelum masuknya bulan Ramadhan.

Ritual ini biasa dilakukan di sungai, dengan harapan agar dosa-dosa yang dimiliki selama ini, dihanyutkan seiring dengan aliran air sungai menuju laut, sehingga jika besok harinya kita berpuasa, sudah dalam keadaan suci dan bersih.

Kalau kita bayangkan, ritual ‘Balimau’ ini mungkin hampir sama dengan kebiasaan masyarakat di India yang mandi di Sungai Gangga.

Di tahun 80-an, saya pernah beberapa kali mengikuti kegiatan ini, tapi karena dilarang oleh Nenek apalagi lama-lama daerah tsb menjadi macet, saya tidak mau lagi ‘Balimau’ di sungai.

Nenek pernah bilang : “Untuk ‘Balimau’ tidak harus di sugai, di kamar mandi juga bisa

Lubuak

Sepanjang aliran sungai ini ramai dikunjungi untuk ‘Balimau’

IMG_2662

IMG_2664

Jalan ini macet kalau ada kegiatan ‘Balimau’

Advertisements