Tags

, , , , , , ,

Pada liburan “Hari Raya Nyepi Tahun 2013” kali ini, saya dan istri semalam ke daerah Puncak Bogor.

Berangkat pukul 19.30 malam dari Jakarta, sampai di lokasi pukul 22.00 WIB, suasana  jalan tol dan Jalan Raya Puncak cukup lancar, hanya beberapa titik di  lokasi-lokasi tertentu yang agak tersendat.

Karena siangnya saya puasa, diperjalanan terasa agak ngantuk. Setelah keluar dari Pintu Tol Ciawi saya istirahat sebentar di Rest Area (SPBU) sambil tiduran sekitar setengah jam.

***

Pagi tadi, tanggal 12 Maret 2013, pukul 8 saya mulai bergerak menuju Jakarta (karena takut macet), berhenti sekitar hampir setengah jam untuk beli sayur-sayuran di pinggiran jalan.

Namun, beberapa kilometer sebelum Cisarua saya berhenti lagi untuk buang air kecil, maksudnya sekalian mau beli Ubi Cilembu.

Nah, di sini saya mendengar raungan sirine dari kendaraan Patwal Polisi. Saya pikir karena hari libur “kejepit”, jadwal Pak Polisi yang biasanya menutup jalur Jalan Raya Puncak menuju Jakarta pada pagi hari (dari Cisarua sampai Gadog) tidak ada, ternyata tetap dilaksanakan.

O ya, sekitar bulan Desember tahun 2012 lalu, saya juga mengalami hal yang sama, tapi waktu itu saya masih bisa mengejar kendaraan Patwal yang sedang melakukan penyisiran agar kendaraan menuju Jakarta segera melaju karena jalanan akan ditutup.

Dan Saya selamat dari ancaman penutupan jalur saat itu, meskipun harus berjuang untuk mengejar ketinggalan saya dari mobil Patwal Polisi.

Sayangnya, kali ini saya tidak beruntung, karena mobil Patwal Polisi sudah sangat jauh dan tidak bakal keuber lagi.

***

Sampai di Pertigaan Taman Safari Cisarua, saya diberhentikan oleh Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang mengatakan bahwa sedang dilakukan persiapan untuk menutup jalur menuju Jakarta (Gadog) sampai pukul 11.30 WIB, (saat itu baru pukul 8.30 WIB).

Kalau saya tunggu berarti saya membuang waktu kurang lebih 3 (tiga) jam.

Menurut Petugas tersebut : “Ada jalur alternatif tidak jauh dari Taman Safari, Bapak balik arah, nanti sampai di Warung Tongseng Bang Reno, Bapak bisa belok kiri, ikuti jalur tsb menuju Gadog”. “Kalau Bapak ga tau jalan, kami bisa mengawal Bapak sampai ke Gadok,”  tambahnya.

***

Karena belum sempat sarapan pagi, kendaraan saya belokkan saja ke kiri ke arah Taman Safari, kemudian berhenti sambil berfikir “Bagaimana caranya untuk sampai di Jakarta, segera…!!!”.

Soalnya kalau menunggu sampai pukul 11.30, menurut saya pasti akan macet, karena banyaknya tumpukkan kendaraan, tumpah ruah dan berebutan menuju Jakarta.

Setelah berhenti sambil “Nyabu” alias nyarap bubur sejenak, saya berfikir …….  😦

Kemudian,dapat ide begini :

“Saya akan sewa ojek, sebagai penunjuk jalan, katanya Rp 60.000,- (Enam puluh ribu rupiah).

Ok ga papa, mumpung anak-anak tidak ikut, kapan lagi melihat suasana kampung, masuk ke dalam perkampungan melewati jalur jalan yang kecil, sempit dan berkelok-kelok.

Karena itu, sebagai oleh-oleh dari Puncak di hari libur ini, saya tuliskan jalur yang saya lalui (yang pencatatannya dibantu oleh istri saya).

Silahkan teman-teman mengikutinyai, siapa tau suatu saat kejebak seperti saya (dijamin tidak salah arah) :

Dari arah Pertigaan Taman Safari Cisarua Bogor, kita jalan menuju kearah Puncak lagi, ketemu dengan Tongseng Bang Reno ikuti saja jalannya (karena tidak ada jalan lain, hati-hati jalurnya agak kecil), ketemu pertigaan belok kiri, terus pertigaan lagi (ada Andara Resort) belok kanan, ketemu pertigaan ( ada Mesjid Jami’ Al Ikhlas) belok kiri, melewati Villa Anis, di pertigaan belok kanan, terus melewati Villa Sejahtera, ketemu pertigaan yang ada sawahnya belok kiri, terus melewati Hotel Lurus.

Sementara ini, kita sudah keluar dan ketemu dengan daerah Kopo, Jalan Raya Puncak (tapi masih termasuk jalur yang ditutup), ikuti jalur arah ke puncak lagi,  langsung ambil kanan, setelah Grand Ussu masuk jalur kecil lagi, melewati Villa Anggrek, belok kanan, terus aja ikuti jalannya, sampai dipertigaan belok kiri, lewati Hotel Griya Astuti, lewat Le Ville, lewat Palm Kartika, ada pertigaan belok kiri arah Ciawi, ada pertigaan lagi ambil jalan yg ke kanan, lewati Puri Bali, ada pertigaan belok kanan, lewati The Living Spring Water, ada pertigaan belok kanan, terus saja, ada pertigaan di Tempat Praktek Bidan Vivi, belok kiri, lewati Pemancingan Citra, Polsek Megamendung, ada pertigaan antara Caringin, Ciawi dan Cisarua, ambil ke kanan yaitu arah Ciawi (di pertigaan tsb ada pangkalan ojek), terus saja lewati MDC (saya gatau MDC itu apa, kayakna sebuah kantor) ada pertigaan dengan Plang denga tulisan Kantor Camat Megamendung belok kiri, terus saja nanti ketemu Plang Ciawi, terus lagi ada pertigaan ambil arah ke kanan (yang ada penjual bensin eceran), lewati Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) UPT Diklat Badan Litbang Kementerian Pertanian, terus ketemu Jalan Gadok Ciawi.

Belok kanan mampir di Rumah Makan Simpang Ciawi….., sekalian saja makan siang (walaupun maksinya kecepatan, maksudnya sambil istirahat)……  😛

Kenyang……, keluar Rumah Makan Simpang Ciawi, ambil arah Lampu Merah Gadog, belok ke kiri untuk masuk ke Pintu Tol Ciawi menuju Jakarta.

Alhamdulillah, sampai di Jakarta pukul 11.30 WIB.

Lumayan kan, dari pada nunggu jam 11. 30 baru turun dari Cisarua, bareng-bareng dengan rombongan ribuan kendaraan lain yang tertahan.

Ga janji deh….. 😀

PS : Mudah-mudahan pengalaman saya dapat membantu teman-teman untuk memandu arah menuju Kopo, terus sampai ke Gadog Ciawi (kalau suatu saat kejebak macet).

Jalan-jalan yang saya lalui ada yang punya nama, ada yang tidak, jadi bisanya hanya itu, belok kiri, belok kanan,lurus dll.