Tags

, , , , , ,

lanjutan posting sebelumnya

Dear Passengers, Welcome in New York …..,” terdengar suara merdu dari Pramugari Emirates beberapa saat sebelum landing di Terminal 4 John F Kennedy International Airport (JFK), di Wilayah Queens, New York City.

Alhamdulillaah…antara percaya dan tidak, saya bisa menjejakkan kaki di Negara Paman Sam ini.

Jam tangan saya saat itu menunjukkan sekitar pukul 15.00 (waktu Jakarta dan Amerika sama, hanya beda siang dengan malam atau sebaliknya). Sebelum menuju baggage claim, tentu saja harus melewati jalur untuk pemeriksaan imigrasi.

O ya waktu melewati Imigrasi dan X-Ray di Bandara Dubai, saya harus membuka seluruh yang menempel dibadan (kecuali pakaian), mulai dari ransel, jaket, tas tangan, jam tangan, cincin, ikat pinggang, sepatu, dompet, sampai koin (kalau ada).

Seperti biasa pemeriksaan, selalu dipisahkan antara warga negara dengan orang asing, orang asingpun dibedakan antara warga biasa dengan diplomat. Terlihat cukup banyak wajah-wajah Asia (seperti India, Pakistan, Jepang, China) dan Afrika.

Dan dari Indonesia tentunya….. 😀

Untuk pemeriksaan di jalur para diplomat terlihat tidak begitu panjang antriannya, hanya dalam hitungan 30 menit sudah terlayani semua. Berbeda dengan jalur untuk warga biasa, barisannya sangat panjang. Bayangkan kalau yang antri satu pesawat, paling sedikit 400 orang.

Jalur A, Jalur Diplomat

Ibu ini enak sekali bisa lewat di Jalur A & G Visa (Jalur Diplomat)

Nah bagaimana kalau yang antri dan menunggu pemeriksaan itu lebih dari satu pesawat, bisa mencapai ribuan penumpang…….

Untuk melewati proses ini, mulai dari antri sampai menjalani pemeriksaan di  salah satu counter imigrasi bisa membutuhkan waktu 2 jam saudara-saudara.

Saya hanya disapa oleh petugas tersebut : How are you today ? dan saya jawab dengan jawaban standard saja.

Proses pemeriksaan di petugas imigrasi tidak lama (hanya sekitar 3 menit), yang lama antriannya…!!!

Alhamdulillaaah….. yang penting lancar   🙂

Setelah selesai menjalani pemeriksaan, saya langsung ke baggage claim, dan ketika sampai di sana tas-tas sudah tersusun dengan rapi (tinggal ambil dan bawa).

Di Jakarta, saya “book online” untuk taxi bandara dan “save 10 %”, tinggal laporan di counter taxi , dalam waktu singkat taxinya sudah datang (tidak perlu antri) menuju hotel di kawasan Midtowns tidak jauh dari  Times Square.

Kesan pertama New York City : macet…..!!! saudara-saudara.

Tak ayal lagi sampai di hotel sudah jam 7.15 malam (meskipun hanya berjarak sekitar 12 mil atau 19 km dari Bandara JFK), tapi membutuhkan waktu 2 jam.

Kenapa saya ambil hotel di Midtowns, pertimbangannya karena dekat kemana-mana, misalnya tidak jauh dengan Bus Terminal, Subway Station, Times Square, Bryant Park dll.

PS : Mohon maaf, karena beberapa pertimbangan dan saran dari teman-teman blogger yang terhormat gambar tentang “baggage claim” saya hilangkan. Terima kasih