Hari Kamis, tanggal 11 Oktober 2012, beberapa hari sebelum Pak Jokowi (Joko Widodo) dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta pada  15 Oktober 2012, saya sempat mampir ke tempat kerja beliau di Kantor Balaikota Surakarta.

Begitu sampai di depan pintu gerbang, saya disambut dengan senyum oleh Pak Satpam, dan bercerita bahwa Pak Jokowi pada pagi hari sering jalan-jalan pakai sepeda keliling kota, sambil berbincang-bincang dengan masyarakat (abang becak, supir taxi/angkot, satpam, penyapu jalan,  pengemis dll). Pak Satpam juga mengatakan bahwa, dahulu jalur menuju kraton Surakarta banyak pengemis dan terkesan kurang bersih alias kumuh, berkat tangan dingin Pak Jokowi masalah itu bisa diatasi.

Saya juga melihat sendiri, betapa tertib, bersih dan nyamannya kota Solo. Trotoarnya cukup lebar, entah karena saya berjalan hanya di jalan-jalan protokol, sehingga tidak tau kondisi daerah lain di Solo atau memang kota Solo termasuk kota yang bersih ?

Oh ya, di depan “Best Western Premier Hotel” Solo, di Jl. Slamet Riyadi (tempat saya nginap) ada jalur kereta wisata yaitu kereta dengan loko uap yang sudah beroperasi sejak akhir 2009 yang lalu. Sayang sejak sehari sebelumnya, sampai seminggu ke depan kereta tsb dalam perawatan di Ambarawa (karena itu  saya tidak bisa nyoba 😦 )

Pada hari Jumat (12/10 atau besoknya) pukul 9 pagi, saya dapat informasi bahwa Pak Jokowi sedang membagi-bagikan sembako di Stasiun Solo Balapan.

Yang paling saya suka di kota ini adalah masyarakatnya, kalau kita nanya suatu daerah atau alamat  mereka pasti dengan senang hati menjelaskannya. Hal yang sama juga saya rasakan kalau berada di Bandung, Jawa Barat.

Nah, kalau kita nanya sesuatu kepada orang yang kita temui di Jakarta, bagaimana tanggapan mereka pada umumnya ?

Saya sering mendengar jawaban  : “Ga tau…!!!”

Bagaimana dengan pengalaman anda ?

Oh ya, mudah-mudahan setelah terpilih menjadi Gubernur DKI, Pak Jokowi dapat membuat Jakarta menjadi lebih baik……amiiinnn

Advertisements