Tags

, , ,

Minggu lalu, kami mendapat kiriman makanan khas Manado yaitu Abon Ikan Roa dan Abon Ikan Cakalang. Makanan ini diantar sendiri oleh adik ipar yang asli Manado. Karena waktu kami berkunjung ke rumahnya bulan yang lalu pada acara halal bi halal keluarga, masakan tersebut tidak tersedia.

Karena itu mereka berjanji, suatu  saat akan mengantarkan Abon Ikan Roa dan Cakalang ini untuk kami.

Abon Ikan Roa adalah abon dari ikan khas Manado yaitu Ikan Roa, biasanya ikan ini diasap, bisa dijadikan sambal atau abon. Untuk abon atau sambal katanya juga punya level rasa pedas, yaitu level sangat pedas, sedang dan tidak pedas (kayak kripik Mak Icih dari Bandung).

Perbedaan pada Abon Ikan Cakalang dari yang saya dapatkan adalah pada tekstur daging ikannya, daging ikan cakalang terasa lebih kering dan garing dibandingkan dengan ikan Roa yang agak basah.

Tapi rasa keduanya sama-sama gurih, pedas dan enak, apalagi dimakan dengan nasi putih hangat (mengepul). Bayangkan kalau makannya di sawah yang hijau, dengan angin sepoi-sepoi he3x….  *mulai mengkhayal* 🙂

Abon-abon ini di packing dalam wadah plastik  yang di “lakban” dengan rapat kemudian dibungkus  dengan kantong plastik bening, meskipun demikian minyaknya masih mengalir sampai kepermukaan wadah.

Bagusnya adalah bahwa produk makanan ini sudah disertai dengan Label Halal, komposisi, berat keseluruhan, nomor telepon yang bisa dihubungi dan tanggal diproduksi (saya dapat kiriman sehari setalah tanggal produksi, berarti masih baru).

Sayang tidak ada expired date-nya.

Kemudian ada segi promosinya juga, disetiap packing yang memberitahukan bahwa mereka juga menjual  Ikan Khas Manado, Sambal Ikan Khas Manado, dll.

Ini adalah penampakan abon tersebut setelah dikeluarkan dari kantong plastik :

Abon Ikan Roa

Abon Ikan Cakalang