Tags

, , , , , ,

Pagi Senin (17/9) anak saya Kevin membantu teman-teman kelompoknya di sekolah (SMP) membelikan ayam goreng untuk pelajaran praktek tata boga, membuat nasi uduk.

Sejak malam sebelumnya Kevin sudah diskusi dengan Mamanya tentang cara membuat nasi uduk.

Pagi-pagi kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya, karena Kevin kebagian menyediakan santan, sambal kacang dan kertas minyak. Untuk sambal kacang (supaya tidak repot beli di penjual nasi uduk langganan dekat rumah).

Nah, setelah pelajaran praktek dimulai, teman-temannya minta tolong belikan ayam goreng di warung dekat sekolah. Kevin dan seorang temannya berjalan kaki ke warung yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari sekolahnya.

Tiba-tiba datang seorang anak muda (laki-laki) pakai motor dan menggunakan helm menghampiri, sambil berkata : “Dek, saya boleh pinjam Handphone nya ga”.

“Maaf Mas, saya cek pulsanya dulu, nanti di depan sekolah saya saja,” Kevin mencoba waspada, karena curiga lihat penampilan orang ini.

Tiba-tiba laki-laki itu menangis dan berkata : “Dek, saya mau telepon orang tua saya, kecelakaan, pinjam dong HPnya, sebentaaaar saja”.

Seketika rasa kemanusiaan Kevin tersentuh (selama ini saya selalu mengajarkan untuk berbuat baik kepada orang lain), kemudian Handphone/BB nya diserahkan kepada laki-laki tsb. Sementara si laki-laki masih tetap di atas sepeda motornya yang masih menyala, BB yang dipinjam diselipkan di balik helm yang dipakainya sambil berbicara (tidak tau dengan siapa).

Kemudian lelaki itu menunjuk-nunjuk sambil berbicara : “Oh di depan ya, sebentar ya dek ibu saya di depan itu. O ya, nanti tolong belikan voucher 100 ribu ya untuk mengganti pulsa hp yang saya pakai ini”, sambil menjalankan sepeda motornya pelan-pelan, dan terus jalan….terus… terus saja untuk tidak kembali lagi…..!!!

Sampai akhirnya Kevin sadar, bahwa dia sudah tertipu………!!!

Di rumah saya nasehati bahwa kita harus lebih berhati-hati, tidak boleh terlalu baik kepada seseorang. Apalagi terhadap orang yang tidak dikenal….!!!. “

Padahal biasanya saya selalu mengatakan, bahwa kita harus membantu orang lain pada saat dibutuhkan. Harus “care” dengan lingkungan dsb….

Ketika saya ceritakan kepada teman-teman ternyata, itu adalah salah satu modus operandi pencurian saat ini, sasarannya adalah Handphone  anak-anak sekolah mulai SD, SMP dan seterusnya.

Hari ini saya juga mendengar cerita, di sekitar lokasi tsb juga ada kejadian seorang anak yang dalam perjalanan pulang sekolah, diajak jalan-jalan dengan motor oleh seseorang, kemudian ditinggal di suatu tempat, sementara semua barang-barang berharganya seperti handphone, dompet dll sudah tidak ada lagi.

Ciri-ciri Pencuri : Laki-laki, umur sekitar 25 s/d 30-an tahun, kulit putih, badan agak kurus, kaki bertato, kendaraan yang digunakan Yamaha Mio warna putih.

Pengalaman ini, sebaiknya juga dapat dijadikan pelajaran yang berharga bagi anak-anak atau orang tua yang lain, agar selalu berhati-hati…..!!!

Terakhir Kevin bertanya : “Papa ga marahkan sama Abang ?” 🙂

PS :  Kevin suka memanggil dirinya dengan Abang
Advertisements