Tags

, , , , , , , ,

Siti Rasuna alias Una “Tebak Aku Siapa” Si Pemilik Blog “de la Una Vida Escrita” mengatakan : “Penasaran euy atraksi lady boy……,” pada komennya dalam postingan saya : “Kehidupan Malam di Phuket”.

Mas Harjo bertanya : Katoey nya cantik-cantik ya  ?, kemudian Pungky KD juga begitu :“ga ada foto katoey-nya uda?

He3….supaya rasa penasaran Una, Mar Harjo dan Pungky KD tidak berlarut-larut, saya mencoba menulis tentang “Simon Cabaret” dalam postingan ini :

Setelah makan malam kami  bersiap-siap untuk menghadiri pagelaran  musik  dan tari suguhan para katoey atau waria, membawakan lagu-lagu Thailand dan Internasional yaitu “Simon Cabaret”.

Pertunjukan Simon Cabaret diadakan tiga kali setiap malamnya, mulai pukul  18.00-19.15, 19.45-21.00, dan 21.30-22.45 dengan harga karcis masuk antara 700 s/d 800 Baht (1 Baht = Rp 300 ).

Agar tidak terburu-buru kami memilih pertunjukan yang terakhir pada pukul 21.30.

Simon Cabaret  adalah nama salah seoarang waria cantik yang terkenal di Phuket, nama ini diabadikan sebagai nama pertunjukan dan gedung tersebut, berdiri di Phuket sejak 18 Oktober 1991.

Pertunjukan ini dikelola dengan sangat profesional, dengan rancangan yang mewah, kostum yang apik dan glamour,  sound system dan lightning yang modern, memanfaatkan teknologi tinggi.

Para pemain yang berjumlah 40 orang itu melakukan latihan keras di bawah asuhan seorang koreografer bernama Jarvey de la Paz.

Simon Cabaret didukung oleh lebih dari 100 orang tenaga kerja, termasuk manager, bagian kostum dan semua perlengkapannya. Masing-masing mempunyai peran untuk memastikan pertunjukan berjalan dengan sempurna.

Kami datang tepat sesaat pertunjukan akan dimulai, ketika lampu-lampu sudah remang-remang dan musik dimainkan.

Pertunjukan Simon Cabaret berlangsung selama satu setengah jam, menggunakan Bahasa Inggris.

Dengan dandanan dan bentuk tubuh yang telah “dipoles” sedemikian rupa plus bantuan suntikan hormon kewanitaan seperti Esterogen dan Progesteron agar terlihat lebih feminim, memang agak sulit untuk membedakannya dengan perempuan asli (tentu saja karena penonton berjarak sekitar 10 sampai 15 m dari panggung).

Namun kalau benar-benar jujur dan memperhatikan lebih dekat dengan seksama, pastilah mudah menemukan  perbedaannya misalnya dari  suara, guratan dan ketegasan wajah, gerakan yang gemulai dan penampilan yang agresif melebihi perempuan asli.

Setelah pertunjukan usai, diumumkan bahwa penonton dapat berfoto dengan para pemain di luar ruang pertunjukan, para pemain berbaris di sepanjang jalan keluar sembari menawarkan diri untuk bersedia difoto. Disarankan  penonton yang melakukan foto bersama pemain agar memberikan tips sebanyak 40 Baht.

Karena kedatangan kami yang pas-pasan, jadi ga tau kalau sebelum pertunjukan diumumkan bahwa penonton tidak diizinkan menggunakan kamera, hukumannya denda 50.000 dolar AS dan kameranya akan disita.

Alhamdulillah, ga kena denda…….!!!

Padahal saya dan teman-teman “jeprat-jepret” di dalam, untung tidak pakai blitz.

Oh ya, menurut pemandu kami : “Di Thailand, katoey adalah sesuatu yang biasa, banyak artis terkenal  dan cantik tadinya adalah seorang pria. Karena itu, jangan sampai terkecoh melihat wanita cantik di Phuket, salah-salah mereka adalah waria.

Alamat :

Simon Cabaret, 8 Sirirach Rd. Patong Beach, Kathu, Phuket Thailand

Advertisements