Tags

, , , , , , , ,

Salah satu tempat istirahat di Imah Seniman

Salah satu tempat istirahat di Imah Seniman

Di ujung musim liburan yang lalu, kami bersama keluarga menghabiskan waktu selama beberapa hari di Lembang, Bandung.

Kami berangkat hari Jumat siang dari Jakarta, saya masih sempat sholat Jumat di Rest Area, sementara anak-anak makan siang.

Sampai di Bandung kami langsung menuju Lembang, ke sebuah tempat istirahat namanya Imah Seniman Cafe, Resort & Gallery di Jalan Kolonel Masturi No. 8 Cikahuripan, Lembang, Bandung Utara, masih satu grup dengan Sapulidi Cafe, Resort & Gallery.

Ketika masuk, saya merasa memasuki sebuah perkampungan di Jawa Barat dengan pondok-pondok, air sungai yang mengalir dan beberapa kolam ikan yang digunakan sekalian untuk tempat mancing.

Jalanan dari pintu gerbang menuju ke kamar kami cukup jauh (sekitar 200-an meter), kayaknya  sengaja tidak di aspal, hanya tanah yang dipadatkan dicampur dengan batu-batu, berkontur, ada beberapa jembatan untuk menyeberangi sungai kecil yang membelah Imah Seniman. Tapi tidak usah khawatir resort ini menyediakan kendaraan khusus untuk transportasi di lokasi.

Kami booking dua kamar di bagian yang disebut dengan Serenity, karena juga mengajak kakak ipar, keponakan  serta tiga orang anaknya. Supaya anak-anak punya teman dan acara liburan mereka menjadi lebih seru.

Di depan kamar kami ada sebuah kolam renang, karena itu anak-anak sudah tidak sabaran lagi, ganti baju renang dan nyebur ke kolam.

Spa ?, hanya 75 s/d 150 ribu rupiah saja

Spa hanya 75 s/d 150 ribu rupiah saja

Sore itu cuaca terasa mulai dingin dan perut mulai keroncongan, kami tinggal telepon ke Room Service atau ke receptionist, pesan makan dan kemudian diantar.

Makanan favorit sore itu nasi goreng, mie tek-tek, pisang goreng dan surabi keju coklat serta teh manis angat.

Semakin malam cuaca juga semakin dingin, sekitar pukul delapan malam kami keluar kamar ramai-ramai untuk sekedar minum hangat seperti skoteng, bajigur, bandrek, jahe, ada juga singkong dan pisang goreng, nasi goreng, mie tek-tek dll.

Meskipun makanan di sini dari segi rasa tidak terlalu istimewa alias biasa-biasa saja, tapi suasana dingin sangat mendukung sehingga semuanya jadi enak, apalagi anak-anak yang makannya rebutan.

Ketika kembali ke kamar, kami diantar oleh bus hotel, kiri kanan jalan diterangi oleh obor dari bambu……..

Cuaca malam itu terasa sangat dingin ………..

Pukul setengah tujuh pagi, anak-anak minta berenang lagi, karena kolam renang di depan kamar sangat menggoda.

Setelah sarapan kami  kembali ke kamar, kemudian malas-malasan dan tidur-tiduran, membiarkan anak-anak yang sedang bercanda dengan saudara-saudaranya.

Pukul 10.30 bersiap-siap menuju Bandung karena anak-anak minta makan siang di Warung Nasi khas Sunda “Bancakan” Mang Barna & Bi O’om yang murah meriah di Jalan Trunojoyo No. 62 Bandung (sebelah RM Sambara Bandung).

Lucunya, kami pakir di Sambara tapi makannya di Bancakan, karena waktu itu parkiran yang kosong hanya ada di Sambara.

Mang Barna, pemilik Warung Bancakan

Mang Barna, pemilik Warung Bancakan