Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana GWK adalah salah  objek wisata di Bukit (batu kapur) Unggas di Jimbaran Bali,  sekitar 25 km dari Denpasar.

Untuk mencapai lokasi ini,  harus melewati kampus Universitas Udayana (ada jalan lain ga ya ?).

Menurut pemandu wisata, GWK berada di ketinggian 146 m di atas permukaan tanah atau 263 m di atas permukaan laut, luasnya  250 ha.

Setiap malam dimeriahkan oleh pertunjukan seni budaya Bali seperti Tari Pendet atau Tari Kecak dll, mampu menampung hingga 7000 orang.

Bagian tertinggi di perbukitan ini dinamakan dengan Plaza Wisnu sebagai tempat beradanya  patung setengah badan Dewa Wisnu, dikelilingi oleh air  mancur, juga terdapat Parahyangan Somaka Giri yaitu sumber air sumur yang dianggap suci dan tidak pernah kering bahkan pada musim kemarau.

Kenapa Patung Dewa Wisnu hanya setengah badan ? Kenapa tangan Dewa Wisnu terpisah ? Kenapa Dewa Wisnu tidak mengendarai Burung Garuda ?

Pembangunan proyek ini dimulai tahun 1997, sempat terhenti karena kekurangan biaya, sehingga yang baru bisa diselesaikan adalah setengah badan Dewa Wisnu, burung Garuda, dan tangan Dewa Wisnu.

Objek wisata ini di desain dan dibangun oleh pematung terkenal jebolan Fakultas Senirupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) berdarah Tabanan, Bali I Nyoman Nuarta.

Nyoman memiliki NuArt Sculpture Park yaitu Art & Gallery yang terletak di  Jl. Sutra Duta Kencana II/11, Bandung, Jawa Barat. Dibuka untuk umum sejak tahun 2000 (saya pernah ke tempat ini sekitar tahun 2002).

Di sini kita bisa menyaksikan beberapa karya Nyoman seperti Patung Inul Si “Ratu Ngebor”, Miniatur Candi Borobudur, (Harimau) Leopard, Becak dll.

Beberapa monumen yang pernah diciptakan oleh Nyoman diantaranya adalah Monumen Arjuna dengan 8 ekor kuda di kawasan Medan Merdeka Barat (di depan Gedung Indosat). Jumlah kuda ini melambangkan 8 pedoman bagi pemimpin (Asta Brata) yaitu : bumi, matahari, api, bintang, samudera, angin, hujan dan bulan. Menggambarkan salah satu episode Perang Baratayuda ketika Arjuna melawan Adipati Karna, mengendarai kereta perang dengan syair Batara Kresna titisan Dewa Wisnu.

Di NuArt Sculpture Park juga terdapat sebuah kafe milik Nyoman dengen nama N Cafe.

Yang sangat menarik adalah workshop Nyoman yang terletak di bagian bawah lembah dengan sungai yang mengalir di taman tsb. Saya sangat beruntung dapat menyaksikan langsung bagaimana para pekerja seni Nyoman melakukan tugas-tugasnya di atas lempengen-lempengan logam, yang akan dirangkai ketika sudah sampai di lokasi patung akan di tempatkan.

Kembali ke cerita GWK, bahwa patung  ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia yang terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4000 ton, dengan tinggi 75 m dan lebar 60 m.

Diharapkan jika dana yang terkumpul sudah mencukupi, pembangunan proyek prestisius ini dapat dilanjutkan kembali. Ini berarti Patung setegah Badan Dewa Wisnu akan menjadi utuh, lengkap dengan tangan yang sudah menyatu dengan tubuhnya, sedang mengendarai Seekor Burung Garuda.

Wallahualam…sampai kapan ?

Patung Dewa Wisnu

Patung Dewa Wisnu

Patung Burung Garuda

Patung Burung Garuda

Patung Burung Garuda

Patung Burung Garuda

Patung Burung Garuda dan Patung Dewa Wisnu

Patung Burung Garuda dan Patung Dewa Wisnu

Bukit Unggas (bukit batu kapur)

Bukit Unggas (bukit batu kapur)

Salah satu sudut GWK

Salah satu sudut GWK

Pemandangan dari GWK

Pemandangan dari GWK

Advertisements