Tags

, , , , , , , , , , , , ,

Suatu pagi, di awal bulan April 2012 yang lalu, saya dapat kiriman masakan “Tumis Ikan Bader” dari seorang teman. Bahan utamanya adalah Ikan Bader.

Ikan ini dibawa dari Boyolali, Jawa Tengah, tepatnya dari Waduk Cengklik, Boyolali, karena habitat Ikan Bader memang berada di danau, waduk  atau sungai.

Menurut teman saya, pada saat musim bertelur Ikan Bader biasanya akan ber-migrasi dari danau/waduk yang ada di Kabupaten Boyolali (Waduk Badhe,  Cengklik dan Kedungumbo) ke sungai untuk melepaskan telurnya.

Ikan Bader kecil disebut juga dengan Ikan Wader, kalau di Sumatera Barat dinamakan dengan Ikan Bilih yang  hidup di Danau Maninjau Kabupaten Maninjau dan Danau Singkarak di Kabupaten Solok.

Nah di Boyolali, Ikan Wader sering juga diolah menjadi “Pecel Ikan Wader”, atau di buat peyek ikan yang sekarang kita kenal dengan  “Iwak Peyek”.

Sebelum dibawa ke Jakarta, Ikan Bader diasapi selama beberapa jam supaya kering dan tahan lama.  Sehingga ketika diolah (ditumis) rasanya unik dengan aroma asapnya itu………

Karena penasaran, pagi itu meskipun tidak biasa sarapan berat, saya nekad untuk mencoba makan ditemani Tumis Ikan Bader.

Terus terang, saya baru sekali ini makan Ikan Bader. Rasanya enak dan gurih dengan aroma khas ikan asap, mungkin karena ikannya masih baru…….

Terima kasih Troes dan keluarga, juga buat Ibu yang telah membawanya dari Desa dan Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.