Tags

, , , , , , , , , ,

Durian Kani (Chanee)

Durian Kani (Chanee)

Dalam perjalanan menuju Danau Batur yang terletak di kaki Gunung Batur, dari Kuta melewati Jalan Raya Bangli, Singaraja.

Kami melihat kebun-kebun pada jalur ini ditanami pohon durian (saat itu) sedang berbuah, banyak sekali.

Buahnya yang besar-besar sangat menggiurkan. Tidak heran di sepanjang jalan buah yang paling banyak dijual adalah buah durian.

Orang Bali menamakan durian ini dengan Durian Kani atau chanee. Aslinya berasal dari Bangkok, Thailand.

Tapi pedagang di sini, mempercayai bahwa durian ini adalah durian Bali. Mungkin karena telah ditetapkan sebagai salah satu varietas durian unggul Indonesia.

Durian Kani berukuran jumbo mirip dengan Durian Monthong.

Bentuk buahnya agak bulat (tidak terlalu panjang) dengan kulit kuning kecokelatan, kulit buah tipis tapi dengan  daging buahnya yang tebal, manis dan berwarna kuning, biji buahnya kecil.

Tidak seperti durian biasanya, Durian Kani yang matang justeru yang sudah pecah kulit luarnya, kalau masih utuh si pedagang tidak mau menjual.

Kata si Mbok penjual durian : ”Kalau duriannya masih utuh saya tidak mau jual, karena masih belum matang”.

Durian Kani dengan latar belakang Kebun Durian

Durian Kani dengan latar belakang Kebun Durian

Kulitnya harus pecah

Kulitnya harus pecah

Disamping itu ada juga buah manggis yang masih segar-segar, rambutan  dan salak Bali.

Saat itu hujan turun deras sekali, sambil istirahat kami berhenti di salah satu pedagang durian.

Harga Durian Kani di tempat ini ditawarkan Rp. 60.000/buah, karena cukup besar, rasanya yang manis dan enak sangat memuaskan, kami tidak tega untuk menawarnya.

Untuk 4 orang dewasa dan 2 anak-anak, kami hanya sanggup menghabisakan 2 (dua) buah saja. Tapi masih sempat beli manggisnya, yang akhirnya malah dibawa ke Jakarta 🙂

Sayangnya keinginan kami untuk menikmati keindahan Danau Batur tidak bisa terlaksana, karena hujan deras dan berkabut.