Tags

, , , , , , ,

Keluarga kami sangat menyukai masakan bebek. Di Jakarta misalnya, mulai dari “Bebek Kaleyo”  sampai  “Nasi Bebek Ginyo”,  di daerah  Tebet, Jakarta Selatan, sudah kami coba.

Karena itu, sejak dari Jakarta kami sudah mencari informasi untuk kuliner yang satu ini jika kami berada di Bali.

Sebelum berangkat, kami sudah dapat rekomendasi dari teman-teman untuk makanan khusus ini, ada beberapa pilihan diantaranya adalah  “Bebek Bengil (Dirty Duck Dinner)” atau “Bebek Tepi Sawah Restaurant & Gallery”, di Ubud – Bali.

Di perjalanan menuju Ubud yang dihiasi oleh sawah-sawah dan pemandangan hijau asri di kiri kanan jalan. Mendekati lokasi terdapat dua arah jalan yang harus dipilih belok kiri ke  Bebek Bengil, atau belok kanan ke  Bebek Tepi Sawah.

Kami memutuskan untuk ke Bebek Tepi Sawah, di Jalan Raya Goa Gajah, karena kalau Bebek Bengil dari namanya sudah sangat familiar di telinga.

Sawah dilhat dari lantai 3

Sawah dilhat dari lantai 3

Sampai di lokasi kami di sambut oleh petugas restoran, ditanya “mau di meja atau lesehan“. Kebetulan di depan kami sudah tersedia lesehan yang masih kosong, langsung saja kami pesan.

Sementara kami memilih menu, anak-anak mulai bergerilya menikmati sawah yang sebagian baru ditanami padi, tetapi yang lainnya sudah subur dan menghijau. Sawah ini juga dihiasi dengan “orang-orangan”, pemandangan yang jarang mereka temui.

Kalau saya, sejak kecil sudah tidak asing dengan sawah, karena kami tinggal di pinggir sawah, bahkan setiap hari pergi dan pulang sekolah selalu melewati pematang sawah sambil berlarian.

Kami memilih menu Crispy Duck, yaitu bebek goreng yang disajikan dengan nasi beserta sayur kalasan kacang panjang, khas Bali. Makanan  disajikan bersama 3 (tiga) jenis sambal yang berbeda.

Buat kami bebek ini renyah dan enak, mungkin karena tulangnya cukup besar, untuk satu porsi disajikan setengah ekor.

Sementara itu, seorang penari beraksi diikuti alunan musik Bali yang khas. Benar-benar membuat para turis terpesona, dengan keindahan gerakannya …………

Harga Crispy Duck di Tepi Sawah Restaurant adalah Rp 82.000,- bagi yang tidak suka bebek, ada menu dari ayam misalnya Smoked Chiken dengan harga Rp 49.000,-  (belum termasuk service 6% dan tax 10% ).

Ada galeri lukis pemilik restoran Nyoman Sumerta (yang juga seorang Pelukis), di samping restoran ini.

Oh ya, ada fasilitas tempat sholat bagi pengunjung Muslim di lantai 3.