Tags

, ,

Hari ini Kamis, 22 Desember 2011 bertepatan dengan peringatan “Hari Ibu” yang ke-83 untuk Indonesia.

Hari Ibu adalah hari untuk memperingati atau merayakan peran ibu dalam keluarga maupun lingkungan.

Peringatan Hari Ibu di beberapa negara ternyata tidak sama, ada yang dirayakan pada hari Minggu pekan kedua bulan  Mei, ada juga di bulan Maret.

Pagi ini ketika melewati sebuah instansi, saya sempat  “ngintip” upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ibu.

Nah pada upacara tersebut, saya melihat  :

  • Sebagai Undangan adalah Ibu-Ibu Dharma Wanita yang duduk dengan rapi di kursi-kursi di bawah sebuah tenda
  • Pembawa Acara adalah seorang perempuan
  • Perwira Upacara adalah seorang perempuan
  • Komandan Upacara adalah seorang perempuan
  • Inspektur Upacara adalah Bapak-Bapak
  • Pembaca Pembukaan UUD 1945 adalah seorang perempuan
  • Pembaca Sejarah Hari Ibu adalah seorang perempuan
  • Pembaca Do’a Bapak-Bapak

Inspektur Upacara membacakan amanat dari Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar.

Saya melihat ada kemajuan penyelenggaraan upacara dalam rangka memperingati Hari Ibu tahun ini, karena tahun-tahun sebelumnya yang berperan adalah Bapak-Bapak.

Yang menggelitik hati saya adalah :

Kenapa Bapak-Bapak yang menjadi peserta upacara ?

(Sedangkan Ibu-Ibu hanya sebagai penonton)

Kenapa Ibu-Ibunya tidak ikut saja sekalian dalam barisan dan jadi peserta upacara?

(Jangan hanya menjadi penonton)

Disamping itu secara umum perhatian kepada kaum perempuan di Negara kita sudah cukup meningkat, di Jakarta misalnya :

  • Kereta Api : Gerbong 1 (paling depan) dan Gerbong 8 (paling belakang) di gunakan khusus untuk penumpang perempuan.
  • Busway (Trans Jakarta) : di bagian depan khusus untuk penumpang perempuan.
  • Di Mall-Mall : disediakan Parkir untuk perempuan di tempat yang paling strategis dan nyaman.

Tapi untuk yang terakhir (Pakir khusus di Mall) saya kurang setuju, apa gunanya emansipasi (persamaan hak) yang selama ini dituntut perempuan, tapi ujung-ujungnya minta fasilitas dan mau diistimewakan.

Ada yang setuju ?

atau

Punya pendapat lain ?

By the way :

Saya punya Nenek seorang Perempuan

Saya punya Mama seorang Perempuan

Saya punya Istri seorang Perempuan

Saya punya Anak seorang Perempuan

Saya punya Adik seorang Perempuan

Saya punya Saudara seorang Perempuan

Saya punya Sahabat di dunia nyata maupun di dunia maya seorang Perempuan

Buat semuanya (dari lubuk hati yang paling dalam) saya ucapkan :

“Selamat Hari Ibu”

Advertisements