Tags

, , , , , , , , , , ,

Yang pertama terbayang dalam pikiran saya ketika menjejakkan kaki di Bandar Udara Depati Amir Pangkal Pinang Propinsi Bangka Belitung adalah masakan Pindang Patin yaitu Pindang dengan bahan utama ikan patin.

Masakan ini pernah saya nikmati sekitar 2 tahun yang lalu di  Rumah Makan (RM) Pindang Pegagan “Khas Palembang OKI (Ogan Komering Ilir)” Jl. Garuda (Mang Makmun) atau RM Pindang Pegagan Jl. Garuda.

Tempatnya di Bangka Belitung,  tapi khas Palembang, sedang penjualnya Mang Makmun (dari panggilan tersebut pastinya  pemilik rumah makan ini berasal dari daerah Sunda).

Nah, pada hari pertama, saya baru bisa menemukan Pindang Patin setelah Shalat Magrib. Yang buka malam itu adalah RM Pindang Pegagan “Cabang Garuda”  yang menyediakan : Pindang Patin, Pindang Tulang dan Ayam. Katanya pemilik RM ini adalah anak dari Mang Makmun.

O ya, RM Pindang Pegagan yang di Jalan Garuda biasanya sudah tutup sejak  siang (sekitar pukul 15.00 WIB).

Besok siangnya barulah saya bisa ke RM. Pindang Pegagan Jl. Garuda .

Terdapat sedikit perbedaan rasa dari dua RM ini, RM Pindang Pegagan  Jl. Garuda terasa lebih pedas, bumbunya lebih “berani” dan lebih terasa, apalagi disantap dengan lalapan seperti  timun, kol, terong bulat, atau daun kemangi, bahkan jengkol muda dan sambal belacan (terasi) .

Sebelum ke Jakarta, saya pesan pindang ini sebanyak 15 potong (7 kepala patin sisanya adalah badan) sebagai  oleh-oleh untuk  keluarga dan teman.

Harga sepotong Pindang Patin adalah Rp 8.000,-

Lihatlah RM nya sangat sederhana, tidak ada kipas angin apalagi AC…!!!

Makan di sini dijamin keringatan…!!!

Tapi kalau datangnya kesiangan, kita harus siap-siap untuk antri makan siang di sini…!!!

Advertisements