Tags

, , , , , , , , , ,

Beberapa komen lucu dari sahabat-sahabat saya dalam rangka menyambut 1 Syawal 1432 H. Sayang untuk disia-siakan, karena telah membuat kami sekeluarga tertawa senang di pagi yang cerah ini (30/8) :

Mau lebaran Selasa atau Rabu, terserah Presiden, jangan ganggu anak isteri saya, saya mohon, saya lupa semua kesalahan. Saya mohon, minal aidzin wal faizin, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Semoga Allah SWT meridloi kita semua. Amin..

Lebaran di seberang lautan kelihatan, hilal dipelupuk mata tidak kelihatan.. xixixi

Gara-gara hilal setitik, rusak opor sebelanga….hehehe πŸ˜‰

Oalahhh,..yg ditunggu hilal,..eh yg datang malah Cak Jalal,..yek opo iki.?? Riyoyone mundur, mau nggak mau urusan perjalanan jd pending deh,..gak mungkin jalan Kamis pulang Sabtu,..bisa manyun di jalan membayangkan macetnya Pantura.. Poro sedulur sedoyo, ngapunten sedoyo kalepatan,..

Para iblis dan setanpun ikutan protes,.. :-))

Setan-setan yang mau bebas di bulan Syawal begitu sampe di gerbang pembebasan tiba-tiba dibacakan pengumuman “dikarenakan lebaran tanggal 31 maka pembebasan di undur, silahkan masuk dan kembali ke sel masing-masing.”

Ada yang bersyukur dan merasa beruntung pagi ini, karena 1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Rabu 31 Agustus 2011 (besok).

Ceritanya begini :

Seperti biasa hari ini saya berolah raga pagi, sambil melihat-lihat suasana sekeliling dan efek dari Pengumuman Pemerintah setelah Sidang Itsbat yang dipimpin oleh Menteri Agama RI, Suryadharma Ali di Kementerian Agama tadi malam (29 Agustus 2011).

Saya melihat di jalanan sebagian kecil warga Jakarta sudah ada yang merayakan Hari Raya Idul Fitri, tapi mereka kelihatan canggung.

Kasihan juga sih…..

Semoga kita semua dengan kebesaran jiwa, dengan hati yang lapang dan dengan segala keikhlasan dapat menerima segala perbedaan ini…..

Sambil berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi di tahun-tahun berikutnya dan Para Pemimpin Agama bisa bermufakat untuk sepakat menyatukan prinsip dan cara pandang, demi Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Karena keteguhan prinsip dan cara pandang inilah yang menyebabkan perbedaan terjadi, yang menanggung akibatnya adalah ummat terombang ambing tanpa pegangan.

Oh ya, saya ngobrol dengan Mas Iis pedagang gerobak musiman yang menjual Kembang Api/Petasan di sekitar permukiman kami. Mas Iis asal Cirebon, dua minggu sebelum Lebaran bersama 7 orang temannya datang ke Jakarta (dan bersama-sama ngontrak satu kamar Rp 200.000) .

Kata Mas Iis :

“Setiap tahun saya tidak pernah Lebaran bersama keluarga di kampung”

Sampai pagi ini (30/8) dia dan teman-temannya belum mendapat keuntungan dari jualan selama 2 minggu terakhir. Mereka merasa bersyukur atas pengumuman Pemerintah, bahwa 1 Syawal tahun ini jatuh pada hari Rabu tanggal 31 Agustus 2011.

Paling tidak dia dan teman-temannya masih bisa meraih keuntungan sampai malam ini (puncaknya), karena lebaran tahun lalu mereka tidak beruntung, karena bertepatan dengan turunnya hujan pada malam takbiran .

Katanya,Β  kalau barang dagangannya masih tersisa akan disimpan untuk dijual kembali momen menyambut Tahun Baru 2012 nanti.

Alhamdulillah, ternyata ada hikmahnya, paling tidak buat Mas Iis dan teman-teman seperjuangannya.

……………………..

Ucapan terima kasih kepada teman Blog saya Mas Indra dengan Ejawantahblog-nya yang telah mengirimkan “Kartu Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri”

Dan kepada sahabat-sahabat Blog tidak lupa kami sekeluarga mengucapkan :

“Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin”.