Tags

, , , , , , , , ,

Beberapa hari yang lalu kami sekeluarga berbuka di Restoran Padang Sederhana Tebet. Di sana kami menemukan salah dua dari makanan khas Sumatera Barat, yaitu  Lamang Baluo dan Kue Bika.

Lamang Baluo terdiri dari kata “lamang” atau “lemang”  yaitu makanan yang terbuat dari ketan, sedangkan  “baluo” adalah isinya yaitu campuran yang terdiri dari kelapa dan gula jawa dibungkus dengan daun pisang dan dibakar, mirip dengan Lemper yang berisi daging.

Lamang Baluo adalah salah satu makanan favorit saya, yang sulit ditemukan disekitar tempat tinggal kami, jadi saya jarang sekali menikmatinya. Hanya tersedia di restoran ini pada bulan Ramadhan.

Sedangkan Kue Bika adalah makanan yang terbuat dari tepung beras, tape singkong , kelapa parut, santan dan gula pasir/merah (sekarang sudah dimodifikasi dengan tambahan coklat dan keju).

Uniknya adonan Kue Bika ini, sebelum dibakar atau dipanggang dengan bara api di atas tungku khusus, terlebih dahulu di “bungkus” dengan selembar daun Waru atau daun Jati yang digunakan sebagai media penampungnya.  Tapi di restoran ini , Kue Bikanya di bungkus dengan daun pisang (mungkin susah menemukan daun waru maupun daun jati di Jakarta) 🙂

Yang pasti sangat jauh berbeda rasa maupun tampilannya jika dibandingkan dengan Bika Ambon yang adanya di Medan (kenapa bukan Bika Medan saja ya namanya, atau …. ada ga Bika Medan yang belinya di Ambon…?).

Di daerah asalnya Kue Bika yang terkenal adalah “Bika Si Mariana”, sampai dinyanyikan oleh salah seorang Penyanyi Minang yang populer pada jamannya.

Saat ini “Bika Si Mariana” dapat ditemukan  di  Jalan Raya Koto Baru, antara Padang dan Bukittinggi, Sumatera Barat.