Tags

, , , ,

Dalam ceramah Tarawih semalam (24/8),  saya mendapat sesuatu yang sangat berkesan dan masih terngiang-ngiang di telinga sampai detik ini.

Khotib bercerita tentang suatu kisah di bawah kepemimpinan Ummar bin Khattab yang harus menjatuhkan “Hukum Rajam” atau hukuman cambuk kepada salah seorang anak beliau sebanyak 80 (delapan puluh) kali cambukan.

Pelaksanaan hukuman dilakukan di sebuah tempat terbuka yang disaksikan oleh rakyat pada masa itu.

Pada hari yang ditentukan hukumanpun dilakukan….

Pada cambukan ke-30 anak beliau berkata :

“Wahai Bapakku, cambukan ini terasa perih dan panas sekali…!!!”

Menjawab Ummar bin Khattab :

“Ketahuilah anakku, hatiku jauh lebih perih dan panas dari cambukan yang engkau rasakan, lanjutkanlah hukumanmu”.

Di cambukan yang ke-50 dengan suara lirih si anak memohon kembali :

“Bapak, aku  mohon peluklah aku….!!!”

Ummar bin Khattab menjawab :

“Lanjutkanlah dulu cambukanmu anakku, nanti setelah selesai cambukan ke-80, aku akan memelukmu”

Tetapi Allah mempunyai keputusan yang lain, ternyata dicambukan yang ke-60 si anak sudah tidak mampu lagi bertahan dan tewas seketika.

Ummar bin Khattab mengucapkan :

“Innalillahi wa innaa ilaihi roojiuun…!!!”

Advertisements