Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Foto-foto Bang Victor dengan Charles yang terekam dalam kamera saya dalam perjalanan-perjalanan kami, diantaranya dari Canberra,  Australian Capital Territory (ACT) menuju Eden, The South Coast New South Wales (NSW), pada 6 November 2010, yang lalu.

Kami istirahat pertama kali di Lake and Park Williams (kalau ga salah daerahnya bernama Comma) jalur yang kami lewati untuk menuju Eden.

Eden memang keren, pada saat winter kita dapat melihat Paus Si Pembunuh (The Killer Whales), melompat dan berenang bergerombolan maupun sendiri-sendiri (Eden Whale Festival).

Bang Victor adalah seorang Batak yang besar di Pekanbaru, Riau (tentu saja Bahasa Batak dan Bahasa Padangnya Ok). Merantau ke Australia sekitar tahun 70-an, sebelum menetap di Canberra beliau pernah tinggal dan malang-melintang di daerah Eden, Comma, Tathra dan sekitarnya  dalam waktu yang cukup lama. Bang Victor punya banyak teman, karena orangnya pintar bergaul. Beliau punya 2 (dua) orang anak laki-laki, yaitu Charles (5 tahun) dan Andrew (3 tahun).

Ketika berkunjung ke Eden bersama kami, beliau sempat ketemu sama teman lamanya diantaranya seperti ini :

Kami juga sempat mengunjungi Port of Eden, kemudian melanjutkan perjalanan menuju kesebuah dermaga lain di TathraTasman Sea sebagai salah satu tempat pemancingan ikan terkenal (sportfishing destination) untuk ikan-ikan jenis Black Marlin, Autralian Salmon, Yellowtail Kingfish dll.

Di sini kami sempat menyaksikan penampilan anjing-anjing laut (Phocidae) liar berenang dan melompat ke sana-kemari.

Di dermaga ini terdapat sebuah kafe, lihatlah betapa sayangnya Bang Victor kepada Charles yang doyan Ice Cream (ada yang di tangan dan ada yang di mangkok).

Kami melanjutkan perjalanan ke Bega, pabrik keju terkenal di Australia, untuk kemudian melewati Cooma dan sebuah hutan lindung antara Cooma dan Bega……

Sampai di Canberra sekitar pukul 8 malam.

Sebagai penutup “In Memoriam Bang Victor” ini, saya ingin tampilkan salah satu status Kak Mariani Silalahi (istri Bang Victor) seperti ini :

Aku sangat sedih dan hanya bisa menangis saat Andrew memanggil Daddy…Daddy …bagaimana aku menjelaskan padanya ? Daddy tercintanya tidak akan pernah mendengarkannya lagi, karena Daddynya telah kembali kepangkuan Bapa di Sorga. Selamat jalan….. Daddy……Selamat jalan…… sayang. Kami sangat merindukanmu.

Catatan : Beberapa foto saya ambil dari kamera Bang Thony.

Advertisements