Tags

, , , ,

Seperti biasa setiap hari Minggu malam, anak-anak minta makan di luar (rumah), biasanya kami berangkat setelah shalat Magrib. Untuk sampai ke lokasi, kami harus melewati sebuah U-Turn.

Saat itu, karena sudah mendekati putaran tersebut saya mengurangi kecepatan dan benar-benar pelan sambil menunggu kendaraan yang di depan lewat terlebih dahulu.

Mungkin karena perhatian saya hanya tertuju kepada kendaraan di depan, kendaraan roda dua yang di sebelah kanan tidakΒ  kelihatan, akibatnya saya menyenggol ban belakang motor tsb (tepatnya mencium, karena saya tidak merasa ada benturan dan belakangan saya cek tidak ada yang gores sedikitpun).

Karena merasa bersalah saya minta maafΒ  kepada pengendara motor :

Mohon maaf Pak, saya salah…

Jangan begitu dong Pak …!!!

Maaf, kalau motor bapak ada yang rusak biar saya ganti

Ga bisa begitu Pak…!!!

Ya udah Pak, sekali lagi saya mohon maaf

Enak saja minta maaf…!!!

[Saya mulai emosi]

Saya sudah minta maaf ke bapak, kalau ada yang rusak akan saya ganti …!!!

Terus apalagi …???

Bapak enak saja minta maaf, mikir dong ….!!!

[Karena sudah ga tahan lagi, saya turun]

Eeh, sekarang lu mau apa ?

Gua sudah minta maaf baik-baik.

Kalau ada yang rusak gua ganti, sebutkan lu mau diganti berapa ?

[namanya juga esmosi jiwa πŸ™‚ ]

Kalau masih ga senang kita ke kantor Polisi saja….!!!

[Ada Pos Polisi tidak jauh dari lokasi]

Eeh, ditantang seperti itu, dia malah ngeluyur pergi …………..

Ooh begitu ya, kalau orang dibaikin malah ngelunjak… (dalam hati saya).

Advertisements