Tags

, , , , , , ,

Banyak pengalaman yang saya alami selama 2 (dua) minggu naik turun KRL Commuterline Jabodetabek/KRL Ekonomi.

Demi efektifitas saya menggunakan kendaraan roda dua untuk ke stasiun, kemudian parkir dan naik kereta arah Depok atau Bogor.

Berikut ini adalah salah satu cerita yang saya alami, karena kekeliruan tempat parkir motor (padahal satu tahun terakhir saya selalu parkir di tempat ini) dan kesalahan saya tidak membaca tulisan larangan parkir, serta pengalaman berinteraksi dengan seorang petugas security di stasiun tersebut.

Hari Pertama :

 Jangan taruh di sini motornya, ga boleh…!!! [si security pasang muka seram ]

Mas tolong dong, ngomong baik-baik ya, kan anda bisa bilang “Maaf Pak , dilarang parkir di sini,”  dengan senang hati motor ini akan saya pindahkan

Bapak baca ga, di sini dilarang parkir…!!!

[si security masih dengan muka seram]

Songong lu, dikasih tau baik-baik bukannya jadi benar….

[Karena buru-buru, saya minta tolong tukang ojek stasiun (yang banyak saya kenal) untuk memindahkan motor saya]

 Hari Kedua :

[saya lihat banyak motor yang parkir di tempat ini]

Mas, kok motor-motor itu dibiarin saja, kan katanya ga boleh parkir di situ ?

Kan huujan Pak….. 😦

[kebetulan sedang hujan, saya paham maksudnya]

 Hari Ketiga :

[Saya lihat motor lain juga parkir di tempat yang sama]

Mas, kok motor itu boleh parkir di situ..?

Ooo, itu kan motor pembina saaaya….!!!!!

[Memang motornya berplat TNI]

Eh, kamu tau ga yang namanya peraturan tetap peraturan, siapapun dilarang. Tolong kasih tau ke pembinamu kalau buat peraturan, dia sendiri yang harus ngasih contoh.

[Nah, ini yang saya ga paham, cuma karena ga nyambung dan keretanya sudah datang saya meninggalkan si security]

Jadi kalau hujan boleh parkir atau kalau pembinanya juga boleh (karena yang punya peraturan). Walaupun dia sendiri yang menulis dan membuat peraturan “Dilarang Parkir.”

Hari-hari berikutnya saya sudah tidak peduli lagi dan sekarang saya sudah ngerti bagaimana si security (tentu saja sesuai dengan batas kemampuannya) menerapkan hukum/peraturan di daerah kekuasaannya  ………

Ini adalah gambaran kecil penegakkan hukum di sebuah stasiun kereta….!!!

Bagaimana penerapan hukum dengan skala yang lebih luas…???

Advertisements