Balimau adalah tradisi atau kebiasaan masyarakat Minangkabau  untuk membersihkan diri (biasanya di sungai) sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, diakhiri dengan menyiramkan air kembang sebagai penutup.

Setahu saya hanya diikuti oleh anak-anak muda, dilakukan antara pukul 4 sampai 6 sore (sebelum Magrib).

Bagi kami saat itu, hanyalah sekedar happy saja. Bayangkan, banyak orang di sepanjang aliran sungai terutama di lokasi-lokasi strategis mandi bersama (umumnya berpakaian lengkap untuk yang perempuan/bukan pakaian renang dan pakai celana pendek untuk pria).

Air “limau” atau air bunganya sudah diganti dengan shampoo. Yang ikutan bukan saja teman-teman Muslim, yang beragama lainpun melakukan hal yang sama, karena dianggap sekedar rekreasi.

Jadi lucu rasanya, kalau ada pendapat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, bahwa balimau tidak mencerminkan tradisi yang Islami, karena tidak ada hadits yang membolehkan balimau, berarti haram hukumnya. Dikatakan juga bahwa hal ini hanya sebatas euforia yang cenderung menyesatkan untuk menyambut bulan puasa.

Pendapat ini terlalu berlebihan karena kegiatan ini kami anggap hanya sekedar hiburan, tidak tau yang lainnya.

Toh bisa saja teman-teman yang habis balimau, malamnya tidak taraweh atau besoknya bahkan tidak puasa. Tergantung masing-masing……..

Jadi mohon jangan dimaknai terlalu serius…..