Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sabtu (16/7) kemarin, saya harus service rutin kendaraan, karena terakhir di-service 3 (tiga) bulan yang lalu. Kebetulan 3 (tiga) hari yang lalu, saya di telpon oleh Customer Service dari bengkel langganan : ”menurut data yang ada pada kami kendaraan Bapak sudah saatnya di-service kembali,” katanya. ”Oh ya, untung diingatkan, terima kasih Mba,” jawab saya.
Sampai di pintu masuk bengkel, saya langsung di pandu parkir oleh petugas security,  dia minta ijin untuk cek speedometer dan mencatat “kilometer” terakhir kendaraan ke dalam sebuah formulir yang kemudian diserahkan kepada saya untuk dibawa ke customer service di bagian dalam.
Di dalam ruang pelayanan saya diminta menunggu, sekitar 5 menit kemudian saya sudah diwawancarai tentang keluhan kendaraan. Saya menjawab ”keluhannya hanya klakson, kadang bunyinya kurang lancar”.  Petugas memperkirakan bahwa hal ini biasanya disebabkan massa ke-klakson kurang kuat, “nanti saya cek sekalian Pak,” katanya.
Saya hanya melakukan service kecil yaitu ganti oli, cek busi, air aki, minyak power stearing, air radiator, minyak rem dan air wiper.
Pada sistem aplikasi yang digunakan di sini, kita sudah dapat informasi tentang perkiraan biaya, dan waktu yang dibutuhkan .

Dari informasi tersebut saya tau bahwa pekerjaan akan selesai pukul 11.00 WIB. ”Kalau Bapak mau menunggu silahkan di ruang tamu Pak,” kata Petugas.

Karena waktu saat itu baru pukul 08.45 WIB, saya pulang saja.
Di bengkel ini, sebelum memulai pekerjaan bagian-bagian khusus di kendaraan kita terlebih dahulu ditutup/dilindungi seperti jok bagian depan dan ”spakboar” supaya tidak kotor karena oli, minyak atau gemuk.
Pukul 11.15 WIB saya kembali ke bengkel, kendaraan sudah selesai dan diparkir di tempatnya dalam keadaan bersih (sudah dicuci dan vakum)
Saya langsung ke cashier, sementara security mengambilkan kunci kendaraan, kemudian  memandu saya sampai keluar ke jalan raya.

Hebat…!!!, bengkel ini sudah memberikan pelayanan yang baik. Sesuatu yang langka dan sangat mahal di negeri ini.

Advertisements