Tags

, , , ,

Mulai kemaren sore (14/7) sampai 2 (dua) minggu ke depan, saya punya kegiatan di daerah Depok.

Untuk menghindari macet dan dengan perhitungan ketepatan waktu, saya memilih moda transportasi Commuter Kereta Listrik (KRL) Jabodetabek Ekonomi AC.

Saya membayar Rp 6.000,- (Enam ribu rupiah) untuk mendapatkan karcis kereta tersebut.

Saat itu penumpangnya cukup padat, sehingga saya tidak bisa duduk (hal yang biasa kalau naik KRL), tapi masih dapat berdiri dengan posisi dan pegangan tangan yang cukup enak.

Menurut website PT. KAI Commuter Jabodetabek  : “Commuter (KRL Jabotabek) yang beroperasi sudah memiliki berbagai fasilitas, mulai dari tempat duduk yang ”empuk” hingga Air Conditioner (AC) yang menyejukkan ……..”.

Tapi kok, KRL Ekonomi AC yang saya tumpangi semalam, yang terasa adalah ASE (Angin SEmilir alias Kipas Angin)nya….😦

Nah lho, ACnya kemana…???

Apa karena banyak penumpang, ACnya tidak terasa….?

Atau memang begitu..???

Apakah setelah kenaikan harga karcis, pelayanan masih tetap seperti sebelumnya ….???

Wallahualam, karena saya baru mencoba sekali ini.

Mudah-mudahan sore ini dan seterusnya saya bisa dapat kereta yang lebih baik.

Saya kembali bersiap-siap untuk pulang, sekitar pukul 21.00 WIB. Tetap naik kereta, walaupun kereta Ekonomi Non AC (Rp 1.500,-), tapi saya bisa duduk karena penumpang sudah jau berkurang.

Saya pikir jam segini (21.00 WIB) tidak perlu KRL AC, yang penting mana yang duluan agar cepat sampai di rumah, mandi dan istirahat…..