Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tanpa terasa anak-anak sudah mulai tumbuh dan berkembang. Masih terbayang dalam ingatan kami, pada tahun 1999 telah lahir anak kami yang pertama seorang anak laki-laki, yang kami beri nama Kevin.

Beberapa tahun kemudian (umur sekitar 2,5 tahun) Kevin minta belajar di “Play Group” walaupun masih dianggap sebagai “anak bawang” karena umurnya belum cukup, dia boleh datang dan belajar kapan dia mau.

Setelah itu Kevin melanjutkan ke Taman Kanak-kanak Kelas A dan B.

Tahun 2005 masuk Sekolah Dasar (SD), dan 6 (enam) tahun sudah dilewati …..

Selama ini untuk  berangkat/pulang sekolah dengan “mobil jemputan”.

Alhamdulillah tahun ini (2011) sudah masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sekarang selama 3 (tiga) hari berturut-turut sedang menjalani Masa Orientasi Siswa (MOS).

Dari pakaian seragam yang tadinya berwarna merah/putih, sekarang sudah menjadi biru/putih. Bahkan celananya sudah panjang……

Dan sekarang berangkat dan pulang sekolah sudah tidak dengan “mobil jemputan” lagi, tidak mau diantar atau dijemput. Maunya berangkat sama-sama dengan temannya naik angkot…..

Lain lagi dengan kelahiran anak kami yang kedua perempuan yang kami beri nama Thalita, ketika itu saya sedang dalam suatu acara, ketika dihubungi oleh tetangga agar segera mengantar istri ke rumah sakit karena sudah ada tanda-tanda akan melahirkan.

Dokter menyarankan supaya segera dilakukan tindakan caesar, karena menurut hasil UltraSonoGrafi (USG) terakhir leher sang bayi terlilit tali pusar.

Alhamdulillah waktu itu, orang tua perempuan (mama) sedang liburan ke Jakarta, sehingga kami agak tenang ada yang nungguin dan sangat dapat dipercaya.

Seperti Abangnya, Thalita sudah minta sekolah “Play Group” di umur 2,5 tahun, sehingga TK kelas A dan kelas B nya lebih lama dari teman-temannya, apalagi waktu itu kalaupun dipaksakan masuk SD, umurnya masih kurang 4 bulan dari 6 tahun.

Tahun 2010 masuk SD , sekarang (tahun 2011) Thalita tidak terasa sudah kelas 2 (dua). Di kelas satu ketika semester I dan II, Thalita selalu berada di urutan ke-3 dikelasnya….

Berangkat ke sekolah setiap pagi, Thalita masih tetap saya antar (sama ketika dia masih di kelas satu), sedangkan pulangnya sekarang minta dijemput mamanya (padahal biasanya pulang naik “mobil jemputan”).

………………………

Terima kasih Tuhan atas segala nikmat yang Engkau anugerahkan kepada kami……

Advertisements