Tags

, , , , , , , , , ,

Kemarin pagi, Senin (4/7) kami mengantarkan ananda Kevin ke sekolahnya yang baru (Sekolah Menengah Pertama/SMP). Alhamdulillah anak kami diterima di SMP yang dia inginkan.

Kami sampai sekitar pukul 9.05 WIB, orang tua dan siswa baru sudah banyak yang hadir, di depan ruang pertemuan tersebut ada beberapa orang guru yang menyerahkan/menerima Surat Pernyataan yang akan/sudah diisi, menerima berkas-berkas yang dibutuhkan serta mencatatnya.

Orang Tua dan Siswa diwajibkan menandatangani Surat Pernyataan di atas materai.

Untuk mengisinya kami duduk di meja yang sudah disediakan.

Sementara istri menuju ke Ruang Koperasi untuk memesan pakaian seragam, karena menurut info kalau kehabisan sekolah membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengadakannnya lagi (kasihan anaknya ga punya pakaian seragam).

Sementara itu, di depan ruang pertemuan penuh dengan orang tua dan siswa yang berdiri mendengarkan nama dan nomor pendaftarannya di panggil.

Inilah kebiasaan orang kita yang senang bergerombol dan tidak mau antri, sambil berdiri menunggu di depan ruang pertemuan.

Semuanya ingin lebih dahulu dilayani…………..

Padahal seharusnya setelah mendapatkan formulir Surat Pernyataan, mereka bisa mengisi dengan tenang dan duduk di meja yang jumlahnya sangat cukup untuk menampung semua pengunjung.

Setelah selesai, serahkan kepada Guru beserta berkas-berkas yang dibutuhkan, kemudian duduk kembali dengan tenang sambil menunggu nama dan nomor pendaftarannya dipanggil kembali.

Setelah disarankan oleh Guru, agar semua duduk, baru mereka duduk….

Tapi beberapa saat kemudian bergerombol lagi di depan.

Kayaknya kita masih butuh waktu yang cukup lama untuk bisa belajar lebih tertib dan menanamkan budaya antri.

Capek deh…..  😦