Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tulisan ini terinspirasi oleh komentar Mas Sugeng di artikel blog saya tentang ”THE ROYAL WEDDING”, yang menggambarkan situasi Gereja Westminster Abbey tempat upacara pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton sampai Istana Buckingham dan taman bunga di depan Istana minggu lalu.

Komentar Mas Sugeng seperti ini :

“Kapan ya aku bisa jalan-jalan di sana ?,   lha wong di istana yang ada di Indonesia saja aku belum pernah …”

Hal ini mengingatkan saya ketika masih belajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Padang,   sekitar tahun 1978 s/d 1980. Seperti teman-teman yang  lain saat itu, saya memerlukan tambahan dan Les Bahasa Inggris.

Pengajar sekaligus pemilik kursus yang terkenal di kota kami kala itu adalah Bapak Syahril Kasim jebolan Oxford University, London. Beliau adalah orang yang sangat keras dalam mengajar, tetapi hasilnya sangat baik bagi kami sebagai muridnya.

Sebagai lulusan Oxford, buku-buku pegangan dan pengantar kursus harus dari Oxford, bahkan kaset-kaset bimbingan semuanya dari Oxford, kami harus punya kamus Bahasa Inggris English – English Dictionary juga dari Oxford University.

Beliau ga mau kami menggunakan kamus English -Indonesia, begitu juga dengan pengucapan Inggrisnya yang medok harus dalam English – English atau English – UK, beliau paling tidak senang mendengar kami menggunakan dan mengucapkan bahasa Inggris dialeg America (English – America).

Di dalam dialog-dialog dan kaset-kaset rekaman dari beliau sering disebut-sebut London Underground Station Line atau Jalur Kereta Bawah Tanah di London seperti :

  • Piccadilly Line
  • Bakerloo Line
  • Jubilee Line
  • Central Line
  • Circle Line
  • East London Line
  • Nothern Line
  • Victoria Line
  • Waterloo & City Line
  • Dll
Jalur Kereta di London (Sumber : leopoldamanza.narod.ru)

Jalur Kereta di London (Sumber : leopoldamanza.narod.ru)

Sehingga ketika belajar, seolah-olah membayangkan kita sedang berada di jalur kereta api bawah tanah di Inggris. Tidak pernah terfikirkan dan terbayangkan sedikitpun saya bakal menginjakkan kaki di Negara ini. Walaupun ada niat dan pertanyaan di dalam hati kecil “kapan ya saya bisa kesana….?”, tapi tidak pernah tercetuskan, saya simpan dalam-dalam karena saya ga melihat kesempatan untuk sampai di sana.

Subhanallah, Allah Maha Besar,  seakan tak percaya, seolah hanya mimpi, saat ini saya berada di sini menaiki semua jalur-jalur kereta api bawah tanah naik/turun seperti dalam impian saya dan menelusuri Thames River dengan City Cruises seperti apa yang saya baca lebih dari 30 tahun yang lalu, mejeng di Bigben, Buckingham Palace, Hyde Park, Green Park, St James’s Park, Kensington Road, Tower of London dan menaiki bus wisata “The Original Tour London Sightseeing” mengitari London.

The Original Tour Sightseeing

The Original Tour Sightseeing

Alhamdulillah Ya Allah…….